Seattle Underground Simpan Sejarah Kelam Kota Mati Abad ke-19

Share

Kota Seattle di negara bagian Washington menyuguhkan daya tarik wisata yang berbeda bagi para traveler yang mengunjungi Amerika Serikat. Di balik kemegahan Stadion Lumen Field dan aroma kopi Starbucks yang modern, kota ini menyimpan rahasia masa lalu di bawah aspal jalanannya.

Jauh di bawah distrik bersejarah Pioneer Square, membentang jaringan labirin gotik yang dikenal sebagai Seattle Underground. Tempat ini merupakan reruntuhan kota asli abad ke-19 yang sengaja dikubur, seperti dikutip dari Detik Travel.

Berdasarkan catatan sejarah, bencana kebakaran besar menghanguskan total kota Seattle pada tahun 1889. Ketika bersiap melakukan pembangunan kembali, pemerintah kota menghadapi kendala topografi asli Seattle yang sangat rendah sehingga sering terendam banjir rob air laut.

Pemerintah setempat kemudian mengambil keputusan radikal untuk meninggikan jalan raya sebanyak satu hingga dua tingkat di atas permukaan lama. Proses ini dilakukan dengan membangun dinding beton lalu menimbunnya menggunakan tanah.

Kebijakan tersebut mengakibatkan seluruh lantai dasar bangunan, etalase toko, dan trotoar kuno Seattle abad ke-19 menjadi tertimbun di bawah tanah. Kawasan lama ini akhirnya terisolasi sepenuhnya dari dunia luar.

Jaringan labirin bawah tanah yang sangat luas ini pada awalnya membentang di bawah 31 blok kota. Meski demikian, masyarakat kini tidak dapat mengakses seluruh area tersebut secara bebas.

Wisatawan yang tertarik dapat menjelajahi area kota mati ini melalui program Bill Speidel's Underground Tour. Tur wisata sejarah tersebut pertama kali dibuka untuk masyarakat umum pada tahun 1965.

Inisiatif ini bermula dari seorang jurnalis sekaligus pegiat sejarah lokal bernama Bill Speidel. Ia melihat potensi besar dari sejarah Seattle yang terkubur, lalu mengorganisasi tur untuk menyelamatkan distrik kuno Pioneer Square dari rencana pembongkaran pemerintah.

Upaya pelestarian yang dirintis sejak tahun 1965 tersebut berhasil menjaga kawasan bersejarah ini hingga menjadi salah satu objek wisata ikonis di Seattle. Rute perjalanan kini mencakup beberapa blok utama di sekitar area bawah tanah Pioneer Square.

Pengunjung dapat menyaksikan langsung gambaran kehidupan masyarakat pada abad ke-19. Petualangan menyusuri lorong bawah tanah ini berlangsung dengan durasi sekitar 75 menit.

Untuk menikmati pengalaman tersebut, turis dikenakan biaya tiket sekitar USD 22-25 atau berkisar Rp 350.000-405.000 per orang. Suasana di dalam lorong terasa janggal sekaligus magis dengan penerangan lampu kuning yang remang-remang.

Para wisatawan akan melihat pemandangan pintu toko kuno yang masih dilengkapi papan nama usang, jendela berdebu, serta bilik kayu tua yang menghadap dinding tanah. Labirin ini menawarkan keheningan total dari sisa peradaban masa lalu yang diselimuti cerita hantu lokal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author