Rupiah Menguat ke Suku Bunga Bank Indonesia Naik

Share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka menguat sebesar 0,79 persen ke posisi Rp17.918 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, sebagai respons atas pengetatan moneter oleh Bank Indonesia.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, penguatan tersebut sedikit melandai menjadi 0,61 persen ke posisi Rp17.949 per dolar AS pada pukul 09.12 WIB setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

Bank Indonesia juga meningkatkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia menjadi 7,25 persen serta bersinergi dengan Kementerian Keuangan untuk menjual Surat Utang Negara bertenor panjang guna memperkuat posisi mata uang Garuda.

"Kenaikan yield SUN masih berpotensi berlanjut setelah BI melakukan melakukan pre-emptive rate hike kemarin," sebut laporan Mega Capital Sekuritas, yang disusun oleh Lionel Priyadi dan Nanda Puput Rahmawati.

Lembaga tersebut menilai upaya Komite Stabilitas Sistem Keuangan akan terus berjalan hingga rupiah terapresiasi ke rentang Rp17.500 sampai Rp17.900 per dolar AS, sehingga BI berpotensi tidak menaikkan suku bunga pada pekan depan.

Sementara itu, indeks dolar AS naik ke posisi 100,01 dan harga minyak mentah bertengger di angka US$92,3 per barel, yang mendorong pemerintah Indonesia menaikkan harga Pertamax sebesar 32,1 persen menjadi Rp16.250 per liter demi menekan defisit fiskal APBN.

Di pasar kawasan, rupiah memimpin penguatan mata uang Asia bersama won Korea Selatan dan dolar Hong Kong, sementara baht Thailand hingga ringgit Malaysia bergerak melemah akibat ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran di lepas pantai Oman.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author