Ketegangan Selat Hormuz Hambat 13 Persen Pasokan Minyak Dunia
Pembatasan signifikan di Selat Hormuz selama lebih dari tiga bulan telah mengganggu jalur pelayaran energi dan memengaruhi sekitar 13 persen pasokan minyak global. Konflik berkepanjangan ini memicu ketidakpastian pasokan yang kini membayangi pasar minyak global secara berkelanjutan.
Dilansir dari Reuters, gejolak pasokan energi terbesar dalam beberapa dekade terakhir ini telah memasuki bulan keempat. Situasi tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian karena Amerika Serikat dan Iran sama-sama belum bersedia untuk mengalah.
Meskipun terjadi gangguan besar di jalur laut utama, pergerakan pasar minyak global terpantau relatif tenang. Pelaku pasar energi masih mencermati berbagai ketidakpastian geopolitik yang hingga kini belum memiliki solusi yang jelas.
Aksi saling serang antara Iran dan Israel pada akhir pekan lalu sempat mendongkrak harga minyak mentah naik lebih dari 4 persen. Lonjakan tersebut sempat membawa harga minyak menyentuh level US$98 per barel pada Senin (8/6).
Namun, harga minyak mentah Brent saat ini masih berada jauh di bawah level tertinggi beberapa pekan sebelumnya. Nilai perdagangan tersebut dinilai tetap berada dalam kisaran normal jika dibandingkan dengan pergerakan harga selama dua dekade terakhir.
Harapan terhadap pencapaian kesepakatan politik di kawasan Teluk menjadi faktor utama yang meredam kepanikan pasar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam beberapa pekan terakhir berulang kali menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran sudah dekat.
Kendati pernyataan Trump berhasil menekan kenaikan harga, indikasi kuat mengenai kesepakatan jangka panjang antara Washington dan Teheran masih belum terlihat. Kedua belah pihak justru terus melancarkan serangan militer terhadap berbagai target di kawasan.
Pelaku pasar menilai pembukaan kembali Selat Hormuz dalam beberapa pekan mendatang belum menjadi skenario utama. Selain faktor geopolitik, pemulihan arus pasokan minyak secara penuh juga akan sangat bergantung pada pertimbangan risiko dari aktivitas pelayaran internasional.