Dokter China Berhasil Transplasi Ginjal dan Hati Babi ke Manusia

Share

Dunia kedokteran mencatat sejarah baru melalui keberhasilan transplantasi organ babi ke tubuh manusia secara simultan. Tim peneliti di China dilaporkan sukses mencangkokkan organ ginjal dan hati hewan tersebut kepada seorang pasien untuk pertama kalinya.

Terobosan medis ini dipublikasikan dalam Med Journal pada akhir Mei 2026. Seperti dikutip dari Detik Health, prosedur rumit ini diterapkan pada seorang pasien yang telah mengalami kondisi kematian batang otak.

Pasca-operasi dilakukan, kedua organ babi yang ditanamkan tersebut mampu berfungsi dengan baik di tubuh penerima selama lima hari. Langkah ini menjadi lompatan besar mengingat uji coba xenotransplantasi sebelumnya hanya melibatkan satu organ dalam satu waktu.

Tantangan terbesar dalam transplantasi multiorgan adalah tingginya kompleksitas pembedahan. Selain itu, risiko komplikasi medis juga meningkat drastis seiring bertambahnya jumlah organ yang dimasukkan.

Uji klinis terbaru ini membuktikan bahwa prosedur penanaman dua organ sekaligus sangat mungkin dieksekusi. Keberhasilan tersebut memberikan angin segar bagi perkembangan dunia bedah transplantasi global.

Secara alami, tubuh manusia memiliki sistem imun yang akan langsung menyerang dan menolak jaringan asing. Hambatan biologis inilah yang sering kali memicu kegagalan total dalam proses xenotransplantasi.

Guna mengatasi respons imun tersebut, para ilmuwan menerapkan teknologi penyuntingan gen tingkat lanjut. Organ hati dan ginjal babi yang ditargetkan masing-masing telah melewati enam tahapan modifikasi genetik sebelum dioperasi.

Proses rekayasa ini dilakukan dengan menonaktifkan sejumlah gen babi tertentu. Pada saat yang sama, tim peneliti menyisipkan gen baru agar karakteristik organ menjadi lebih mirip dengan anatomi manusia.

Langkah manipulasi genetik terbukti efektif meminimalkan risiko penolakan awal oleh sistem kekebalan tubuh pasien. Evaluasi berkala dilakukan pasca-pemasangan untuk memantau kinerja fungsional kedua organ tersebut.

Hasil analisis laboratorium menunjukkan performa fungsional organ yang telah dimodifikasi ini jauh lebih unggul. Kinerjanya tercatat jauh lebih mendekati fungsi organ manusia dibandingkan dengan organ babi normal tanpa rekayasa.

Kompatibilitas Jaringan dan Prospek Medis Masa Depan

Para peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas dasar organ hati serta ginjal tidak sepenuhnya terikat pada spesies asal. Temuan ini mengindikasikan adanya kesamaan fisiologis yang masif antara sistem organ manusia dan babi.

Tingkat kompatibilitas jaringan yang tinggi ini membuka peluang besar bagi standardisasi prosedur di masa depan. Jika riset ini terus disempurnakan, metode ini berpotensi menjadi solusi valid mengatasi kelangkaan donor organ.

Meski demikian, tim dokter sempat mendeteksi munculnya indikator penolakan organ sekitar 36 jam pasca-pembedahan. Kondisi tersebut dinilai masih bisa dikendalikan melalui intervensi obat-obatan khusus untuk jangka panjang.

Penelitian ini menegaskan bahwa seluruh data yang diperoleh saat ini baru berbasis pada satu studi kasus tunggal. Durasi observasi juga dibatasi hanya lima hari demi menghormati keputusan pihak keluarga terkait proses pemakaman pasien.

Bagaimanapun, data dari eksperimen ini menjadi fondasi krusial bagi pengembangan teknik xenotransplantasi gabungan. Hasil pemantauan ini akan menjadi panduan utama untuk uji klinis lanjutan dengan skala kasus yang lebih luas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author