Kim Sang-sik Pantau Laga Timnas Indonesia Melawan Mozambik di SUGBK
Pelatih tim nasional Vietnam Kim Sang-sik memantau langsung pertandingan uji coba antara timnas Indonesia melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026) malam. Kehadiran arsitek tim asal Korea Selatan tersebut dilakukan guna menganalisis kekuatan skuad Garuda menjelang turnamen Piala ASEAN 2026.
Indonesia berhasil menyudahi pertandingan tersebut dengan kemenangan tipis 1-0 melalui gol cepat Ole Romeny pada menit ke-11. Meski sempat tampil agresif di awal laga dan mendikte permainan, performa tim asuhan John Herdman tersebut dinilai mengalami penurunan intensitas setelah memasuki pertengahan babak pertama.
Kim Sang-sik yang berusia 49 tahun terlihat hadir di area tribun VIP barat dengan mengenakan kaos polo putih serta celana panjang krem. Kedatangan juru taktik The Golden Stars ini menjadi sorotan karena Indonesia dan Vietnam dipastikan berada dalam satu grup pada ajang regional akhir Juli mendatang.
"Saya sedang mengamati Indonesia," kata Kim Sang-sik, Pelatih Timnas Vietnam saat memberikan keterangan singkat kepada awak media di stadion.
Berdasarkan catatan rekor pertemuan, Indonesia dan Vietnam telah berhadapan sebanyak 31 kali di berbagai ajang resmi. Skuad Garuda mengemas 11 kemenangan, 11 hasil imbang, dan menelan sembilan kekalahan, termasuk hasil minor 0-1 pada Kejuaraan ASEAN 2024 lalu.
Penurunan performa Indonesia selepas gol pembuka juga mendapat sorotan tajam dari pengamat sepak bola nasional. Pembatalan gol kedua yang dicetak oleh Kevin Diks akibat pelanggaran Ivar Jenner disinyalir menjadi titik balik hilangnya momentum tekanan agresif dari tuan rumah.
"John Hermand ini mencoba pemain secara keseluruhan saya melihatnya. Unggul gol cepat setelah gol kedua dianulir permainan timnas Indonesia justru menurun. Tadinya pressing pakai tekanan, tekanan itu berkurang," ujar Gita Suwondo, Pengamat Sepak Bola.
Memasuki paruh kedua, giliran Mozambik yang mengambil alih kendali permainan dengan keunggulan penguasaan bola yang dominan. Barisan pertahanan Indonesia dipaksa bekerja ekstra keras menghalau serangan, sebelum masuknya Rayhan Hannan dan Nathan Tjoe-A-On kembali menghidupkan alur serangan Merah Putih.
"Babak kedua Sebenanrya ball possession milik Mozambik mereka mempunyai banyak peluang. Kita baru berkembang setelah Rayhan Hannan dan Nathan Tjoe-A-On masuk terus dari kerja sama keduanya nyaris menjadi gol yang terkena tiang," kata Gita Suwondo.
Walau mendominasi aliran bola, penyelesaian akhir tim tamu yang buruk serta kesigapan penjaga gawang Maarten Paes membuat gawang Indonesia tetap aman dari kebobolan hingga peluit panjang berbunyi.
"Selebihnya kembali mozambik yang menguasai bola tapi tidak bikin peluang yang terlalu berbahaya juga. Bolanya melenceng tidak ada yang shot on target juga secara keseluruhan aman buat Indonesia," imbuh Gita Suwondo.
Secara keseluruhan, jalannya pertandingan di babak pertama dan kedua dinilai menyisakan evaluasi penting karena skuad Garuda tampak kesulitan melepaskan diri dari tekanan tinggi tim lawan.
"Agak mengecewakan terutama dibabak pertama di mana kita sulit keluar dari tekanan mozambik yang berubah permainannya di babak kedua," pungkas Gita Suwondo.
Sesuai jadwal resmi Piala ASEAN 2026, Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah saat menjamu Kamboja pada 27 Juli 2026, sebelum melakoni laga tandang melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, pada 3 Agustus 2026.