Pekerja SoFi Stadium Batalkan Rencana Mogok Kerja Jelang Piala Dunia
Pekerja di SoFi Stadium dekat Los Angeles mencapai kesepakatan sementara dengan manajemen pada Rabu, 10 Juni 2026, sehingga ancaman aksi mogok kerja resmi dibatalkan hanya beberapa hari sebelum pembukaan laga Piala Dunia 2026 di stadion tersebut.
Pembatalan aksi mogok ini terjadi setelah serikat pekerja Unite Here Local 11 menyetujui poin-poin kesepakatan baru dengan Legends Global, yakni subkontraktor yang mengelola layanan makanan dan minuman di SoFi Stadium, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Sebelumnya, kebuntuan negosiasi kontrak memicu rencana pemogokan dari sekitar 2.000 pekerja yang meliputi bartender, pencuci piring, koki, hingga petugas konsesi yang menuntut kenaikan upah serta perlindungan data pribadi dari otoritas imigrasi.
Pihak manajemen memastikan kesepakatan ini akan menjamin kelancaran operasional stadion yang menjadi lokasi pertandingan perdana tim nasional pria Amerika Serikat melawan Paraguay pada 12 Juni 2026 dengan harga tiket mulai dari US$2.000.
"Kami senang telah mencapai kesepakatan dengan Unite Here Local 11 dan berharap dapat memberikan pengalaman hospitality terbaik bagi penggemar dalam pertandingan Piala Dunia FIFA di Los Angeles Stadium atau SoFi Stadium," kata Legends Global.
Penjagaan ketat di area stadion juga melibatkan instansi federal guna memastikan keamanan seluruh rangkaian pertandingan, termasuk laga antara Iran dan Selandia Baru yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026.
"Namun terkait penegakan hukum imigrasi sipil, mereka mengatakan itu secara spesifik tidak akan dilakukan di pertandingan mana pun," kata Luna, Sheriff Los Angeles County Robert Luna.
Pihak kepolisian setempat menegaskan koordinasi dengan agen federal dilakukan murni demi aspek pengamanan kompetisi sepak bola terbesar di dunia tersebut.
"Saya percaya mereka memberikan informasi yang tepat kepada saya, karena jika itu mulai terjadi, kami akan menghadapi masalah yang benar-benar baru," ujar Luna.
Ketegangan ketenagakerjaan di stadion ini mencuat di tengah ketatnya penegakan hukum imigrasi bentukan Presiden AS Donald Trump yang sempat memicu pengerahan pasukan federal ke Los Angeles pada Juni tahun lalu.