Rupiah Melemah ke Level Terendah Baru Rp18184 per Dolar AS

Share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah hingga menyentuh rekor terendah baru di level Rp18.184,50 pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 15.45 waktu Singapura. Tekanan jual yang tinggi sejak pekan lalu memicu kemerosotan ini, selaras dengan pelemahan mayoritas mata uang regional dan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan.

Dilansir dari idnfinancials.com, rupiah mengalami penurunan sebesar 0,8% terhadap dolar Amerika Serikat. Selain itu, mata uang Indonesia juga melemah 0,4% ke posisi Rp14.104,34 per dolar Singapura akibat kecemasan pasar terhadap aturan baru ekspor komoditas dan profil kredit domestik.

Situasi ini memicu perhatian dari pelaku pasar keuangan internasional terkait kepastian regulasi di Indonesia. Dua pekan ke depan dinilai menjadi momentum krusial untuk melihat ketegasan kebijakan moneter dan fiskal nasional.

"Pasar mencari sinyal yang jelas mengenai disiplin fiskal, konsistensi kebijakan, dan komitmen yang kuat terhadap stabilitas makroekonomi," ujar Mohit Mirpuri, Mitra SGMC Capital yang berbasis di Singapura.

Berdasarkan data Bloomberg, performa aset domestik terus mengalami kontraksi sepanjang tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan telah merosot hampir 39% dari level tertingginya lima bulan lalu, menjadikannya salah satu indeks dengan kinerja terburuk di dunia.

Di sektor valuta asing, mata uang rupiah mencatatkan penurunan sekitar 8% sepanjang tahun 2026. Angka tersebut menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja paling rendah di seluruh kawasan Asia tahun ini setelah melewati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia sebenarnya telah meluncurkan langkah tambahan pada akhir pekan lalu untuk menyokong pasar obligasi dan menarik modal asing. Namun, para analis menilai investor saat ini cenderung mengambil sikap wait and see menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia pada 18 Juni 2026 serta investability review oleh MSCI pada akhir bulan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author