Enam Emiten Siap Gelar RUPS Bersamaan pada 10 Juni
Sebanyak enam emiten dari berbagai sektor dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) secara bersamaan pada Rabu, 10 Juni 2026, dengan fokus utama pasar tertuju pada agenda penggunaan laba bersih tahun buku 2025.
Dilansir dari KabarBursa, keenam perusahaan yang akan melaksanakan rapat tersebut adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
ANTM menjadi emiten yang paling menarik perhatian pelaku pasar menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan dimulai pukul 14.00 WIB melalui fasilitas eASY.KSEI tersebut.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada 9 Juni 2026, saham ANTM dibuka menguat 40 poin atau 1,58 persen ke posisi Rp2.570 per lembar saham setelah pada hari sebelumnya ditutup pada level Rp2.530, dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp63 triliun.
Pergerakan ini melanjuti momentum positif pada awal bulan, di mana saham ANTM sempat melonjak 4,83 persen ke level Rp3.040 pada sesi pertama perdagangan 2 Juni 2026 dengan nilai kapitalisasi pasar saat itu sebesar Rp73,05 triliun.
Investor saat ini mengantisipasi keputusan alokasi dividen tunai setelah ANTM membukukan lonjakan laba bersih tahun buku 2025 hingga Rp7,21 triliun, yang mengerek nilai laba per saham (EPS) menjadi Rp299,98.
Pihak manajemen ANTM sebelumnya sempat memberikan indikasi awal mengenai rencana rasio pembayaran dividen sebesar 50 persen dari total laba bersih untuk tahun buku 2025.
Meskipun demikian, manajemen mengonfirmasi bahwa kebijakan pembayaran yang lebih tinggi tetap dimungkinkan tanpa mengganggu kondisi operasional maupun rencana investasi perseroan jika disetujui dalam rapat.
Ekspektasi pasar terhadap rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) sebesar 100 persen dipicu oleh rekam jejak ANTM yang konsisten membagikan seluruh labanya pada tahun buku 2023 dan 2024.
Apabila emiten pertambangan BUMN di bawah kendali PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) ini kembali menerapkan DPR 100 persen, nilai dividen per saham diproyeksikan mencapai Rp299,98.
BRI Danareksa Sekuritas mengeluarkan estimasi bahwa proyeksi dividen tersebut dapat menghasilkan tingkat pengembalian atau dividend yield sebesar 11,3 persen berdasarkan asumsi harga saham di level Rp2.650.
Sementara itu, CNBC Indonesia mencatat tingkat yield dapat berada di angka 10,91 persen jika dihitung menggunakan harga penutupan saham per 5 Juni 2026 yang berada pada posisi Rp2.750 per lembar.
Kepastian mengenai besaran keuntungan yang didistribusikan kepada pemegang saham tersebut sepenuhnya tetap berada di tangan keputusan akhir para pemegang saham dalam RUPST.
"Kepastian besaran dan jadwal keluar setelah RUPST besok," pungkas BRIDS mengingatkan.
Selain penetapan dividen, ANTM juga membawa agenda strategis berupa permohonan persetujuan penugasan khusus dari pemerintah terkait percepatan program hilirisasi nikel serta pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.
Rapat ANTM juga akan membahas perubahan susunan direksi dan komisaris, remunerasi pengurus, serta penyesuaian Anggaran Dasar yang merujuk pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2025.
Di sektor lain, ACES dilaporkan akan menggelar RUPS Tahunan dengan agenda rutin meliputi pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih, serta remunerasi direksi dan dewan komisaris.
Sedangkan IMPC mengusung agenda yang lebih luas, termasuk perubahan susunan direksi, penyesuaian anggaran dasar sesuai KBLI 2025, serta permohonan izin menjaminkan aset di atas 50 persen dari kekayaan bersih untuk kebutuhan pendanaan.
GZCO tercatat mengagendakan empat lini pembahasan utama, sementara TGUK akan menyelenggarakan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa guna membahas perubahan susunan pengurus perusahaan.
Terakhir, BYAN dari sektor pertambangan batu bara mengagendakan pembahasan mengenai paket remunerasi dewan komisaris dan direksi tahun 2026, penunjukan auditor, pengangkatan kembali atau perubahan pengurus, serta penyesuaian anggaran dasar.
| Tahun Buku | Laba Bersih (Triliun Rp) | EPS (Rp) | DPR (%) | DPS (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| 2020 | 1,15 | 47,81 | 35,00 | 16,73 |
| 2021 | 1,86 | 77,47 | 50,00 | 38,74 |
| 2022 | 3,82 | 159,00 | 50,00 | 79,50 |
| 2023 | 3,08 | 128,01 | 100,00 | 128,01 |
| 2024 | 3,74 | 155,62 | 100,00 | 155,62 |
| 2025 | 7,21 | 299,98 | – | – |