Pemerintah Tetapkan Pedoman Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026

Share

Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi) menerbitkan pedoman resmi upacara bendera untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang jatuh pada Rabu, 20 Mei 2026. Selain menjadi momentum nasional, tanggal tersebut juga bertepatan dengan lima peringatan global di berbagai belahan dunia.

Dilansir dari tirto.id, pedoman bernomor B-418/M.KOMDIGI/HM.04.01/05/2026 mengatur pelaksanaan upacara di seluruh kantor instansi pemerintah, satuan pendidikan, hingga swasta. Pemerintah menetapkan tiga agenda utama dalam peringatan tahun ini, yaitu upacara bendera, publikasi dan dokumentasi, serta ziarah ke makam pahlawan.

Rangkaian tata cara upacara wajib diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, serta pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Selanjutnya, inspektur upacara akan membacakan naskah pidato Menteri Komunikasi dan Digital sebelum ditutup dengan lagu perjuangan dan doa.

Filosofi logo Harkitnas ke-118 menggunakan perpaduan warna biru yang melambangkan kekuatan masa depan, serta kuning keemasan sebagai simbol kesejahteraan. Logo tersebut memuat elemen kepala burung elang yang terinspirasi dari Garuda Pancasila dan siluet daun pada bagian bawah angka delapan.

Sejarah Harkitnas merujuk pada pendirian organisasi Budi Utomo oleh kaum terpelajar pribumi pada 20 Mei 1908 untuk menyatukan perjuangan nasional. Presiden Soekarno kemudian menetapkan tanggal tersebut sebagai hari bersejarah di Istana Kepresidenan Yogyakarta pada 20 Mei 1948, yang diperkuat melalui Keppres Nomor 1 Tahun 1985.

Selain upacara resmi, tirto.id melaporkan berbagai alternatif kegiatan kemasyarakatan seperti lomba pidato di sekolah, webinar tematik di perkantoran, gotong royong warga, hingga kampanye literasi digital di media sosial.

Bersamaan dengan Harkitnas, berita cetak news.detik.com mengabarkan adanya lima peringatan internasional lain pada tanggal yang sama. Dunia kedokteran memperingati Hari Artritis Autoimun Sedunia untuk mengedukasi publik mengenai penyakit peradangan sendi seperti rheumatoid arthritis.

Sektor lingkungan hidup memperingati Hari Lebah Sedunia sebagai pengingat pentingnya peran lebah bagi ketahanan pangan dan ancaman kerusakan habitat. Selain itu, terdapat peringatan Hari Metrologi Sedunia yang menandai penandatanganan Konvensi Meter pada 20 Mei 1875 sebagai dasar standardisasi pengukuran global.

Masyarakat dunia juga merayakan Hari Bunga untuk mengapresiasi keindahan alam serta Hari Produk Sedunia sebagai ajang penghargaan bagi para pengembang teknologi dan inovasi industri kreatif.

Pertemuan dan koordinasi persiapan upacara di tingkat daerah dijadwalkan berlangsung hingga Selasa sore sebelum pelaksanaan serentak esok hari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author