Polisi Tutup Wisata Tebing Apparalang Buntut Wisatawan Tewas Tenggelam
Kawasan wisata tebing Apparalang di Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan resmi ditutup oleh pihak kepolisian setelah seorang wisatawan bernama Elmi Febrianti (17) tewas tenggelam akibat terhempas ombak saat berswafoto pada Minggu (7/6) sekitar pukul 14.30 Wita.
Insiden maut tersebut memicu penyelidikan lebih lanjut mengenai standardisasi sistem keamanan di lokasi wisata, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Korban dilaporkan terombang-ambing di lautan akibat arus deras sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR gabungan pada hari yang sama.
Keluarga korban yang tidak menerima kejadian ini langsung melayangkan laporan resmi ke kepolisian setempat. Penutupan objek wisata dilakukan guna kelancaran proses pemeriksaan tempat kejadian perkara.
"Hari ini kami terima laporan dari keluarga korban," kata Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto.
Langkah tegas penghentian operasional sementara di kawasan tebing tersebut diambil demi keselamatan publik sembari aparat mengumpulkan bukti-bukti. Polisi ingin memastikan tidak ada lagi pengunjung yang mengalami kecelakaan serupa di titik rawan tersebut.
"Mencegah kejadian berulang. Dan untuk kepentingan penyelidikan," ujar Restu.
Kematian wisatawan ini juga memantik respons cepat dari legislatif daerah yang langsung menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pariwisata, Basarnas, pengelola, dan tokoh masyarakat. Parlemen menemukan fakta bahwa lokasi wisata tersebut minim fasilitas penyelamatan darurat.
"Tadi ini dan sementara berlangsung dipimpin oleh ketua Komisi B itu melakukan RDP dengan memanggil pengelola yang ada di situ,kadis pariwisata, dan beberapa kalangan lainnya, tokoh masyarakat. Dari timBasarnas juga kita undang," ujar Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris.
Fokus utama legislatif dalam pertemuan tersebut adalah menyoroti ketiadaan Standard Operating Procedure (SOP) pengamanan pantai yang jelas. Anggota dewan mendesak adanya pengadaan alat keselamatan dasar di sepanjang garis pantai komersial.
"Saya melihat memang itu tidak ada sama sekali instrumen untuk menjaga keamanan pengunjung. Kan mestinya, saya analogikan begini, biasanya itu di pantai ada namanya penjaga pantai, karena itu SOP. Semua garis pantai yang melibatkan banyak wisatawan itu harus ada SOP minimal ada penjaga, ada instrumen seperti ban atau pelampung yang sifatnya bisa menolong. Sementara itu tidak ada sama sekali. Saya pernah ke sana, memang hampir dibilang tidak ada," papar Syahruni.
Pihak berwenang kini tengah mengevaluasi izin operasional pengelola wisata tebing Apparalang. Jenazah korban sendiri telah dievakuasi dari lokasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
"Telah diserahkan kepada keluarga korban," imbuh Kepala Pelaksana BPBD Bulukumba Andi Hasbullah.