Daihatsu Perbarui Hijet Cargo dan Atrai untuk Pasar Jepang
Daihatsu melakukan penyegaran pada dua kendaraan roda empat mungil andalannya, Hijet Cargo dan Atrai, untuk model tahun 2026. Langkah ini diambil guna mempertahankan posisi kuat kendaraan tersebut di pasar kei car Jepang yang semakin ketat, terutama dari penetrasi produk baru asal China.
Pembaruan yang diberikan tergolong minor namun berfokus penuh pada peningkatan aspek keselamatan, seperti dikutip dari Detik Oto. Langkah strategis ini sekaligus ditujukan agar kendaraan mampu memenuhi regulasi teranyar di Jepang serta bersaing ketat dengan Suzuki Every dan Every Wagon yang belum lama ini bersolek.
Sistem keselamatan aktif Daihatsu Smart Assist versi teranyar kini disematkan pada varian terbaru ini. Teknologi tersebut membawa kemampuan deteksi yang jauh lebih sensitif untuk menunjang kebutuhan mobilitas di area perkotaan.
Kombinasi kamera dan radar pada kendaraan kini sanggup mengidentifikasi sepeda yang melintas di persimpangan jalan. Selain itu, sistem ini mampu memantau pergerakan mobil dari arah berlawanan sewaktu berbelok ke kanan, serta mendeteksi penyeberang jalan saat mobil menikung.
Tampilan luar dari kendaraan kompak ini masih mempertahankan garis desain lama yang dipertahankan sejak generasi tahun 2021. Kendati demikian, pabrikan kini memperluas aplikasi lampu utama LED pada lebih banyak varian Hijet Cargo, menggantikan lampu halogen yang sebelumnya ada di tipe entry level.
Layout kabin untuk Hijet Cargo dan Atrai tetap ditawarkan dalam opsi kapasitas dua orang maupun empat orang penumpang. Pabrikan juga tetap menyediakan opsi varian khusus berupa tipe Sloper yang ramah kursi roda, serta varian Deck Van yang mengusung bak terbuka berukuran kecil di bagian buritan.
Konsumen yang memerlukan kendaraan niaga dengan bentuk pikap murni masih dapat memilih model Hijet Truck. Model ini ditawarkan dalam pilihan kabin standar ataupun tipe Jumbo yang memiliki ruang kabin lebih melar ke belakang.
Fasilitas Interior dan Opsi Performa
Memasuki area dalam kabin, Hijet Cargo masih mengandalkan panel instrumen analog konvensional yang sederhana. Perbedaan terlihat pada Atrai yang sudah mengadopsi penunjuk informasi digital dengan nama Active Multi Information Meter.
Perangkat hiburan dalam mobil belum menjadi kelengkapan standar dari pabrikan. Meski begitu, konsumen diberikan opsi untuk menambahkan head unit dengan layar sentuh berukuran 6,8 inci atau 9 inci sesuai dengan kebutuhan.
Pabrikan juga menyediakan rupa-rupa aksesori resmi guna mendukung utilitas berkendara yang optimal. Salah satu aksesori yang menarik perhatian adalah fasilitas tempat tidur belakang yang dapat menyulap area kabin menjadi ruang istirahat darurat saat melaju.
Urusan dapur pacu tidak mengalami ubahan karena masih mempercayakan mesin berkapasitas 660 cc dengan penempatan di tengah sasis. Opsi yang tersedia meliputi mesin naturally aspirated berdaya 46 dk serta mesin dengan sokongan turbocharger yang menyemburkan tenaga 63 dk.
Tenaga dari mesin disalurkan melalui pilihan transmisi manual lima percepatan atau sistem CVT. Sistem penggerak rodanya sendiri tersedia dalam format penggerak roda belakang atau mengandalkan sistem 4WD elektronik.
Untuk pasar domestik Jepang, Hijet Cargo terbaru dipasarkan dengan harga mulai dari 1.155.000 yen atau setara dengan Rp 131,2 jutaan. Sementara itu, tipe Atrai RS turbo 4WD dilepas ke pasar dengan banderol mulai dari 2.013.000 yen atau berkisar Rp 228,6 juta. Tersedia pula varian dengan penggerak listrik murni melalui e-Hijet Cargo serta e-Atrai yang memiliki label harga lebih tinggi.