Hormon Kehamilan GDF15 Berpotensi Tekan Konsumsi Alkohol Berlebih

Share

Sebuah studi terbaru dalam publikasi bioRxiv mengungkapkan bahwa hormon kehamilan GDF15 yang memicu mual dapat membantu mengurangi konsumsi alkohol secara alami. Temuan mengenai fungsi hormon pengatur metabolisme energi dan respons stres ini dilansir dari HaiBunda.

Kadar hormon GDF15 dilaporkan melonjak drastis pada awal masa kehamilan manusia. Peningkatan hormon ini diduga berfungsi sebagai mekanisme perlindungan tubuh untuk menghindari konsumsi zat berbahaya yang dapat mengancam keselamatan janin.

Uji coba mengenai dampak hormon ini turut melibatkan pengamatan terhadap pengunjung festival musik Roskilde serta festival Oktoberfest. Para peneliti menemukan adanya peningkatan kadar GDF15 pada darah pria muda serta sukarelawan setelah mereka mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar.

"Saya rasa ini sangat menarik. Meskipun studi ini sebagian besar bergantung pada asosiasi dan tidak dapat membuktikan sebab dan akibat, namun penelitian 'mendukung' gagasan bahwa GDF15 dapat mencegah seseorang mengonsumsi zat berbahaya secara berlebihan," kata Marlena Fejzo, seorang ilmuwan di University of Southern California.

Penelitian lanjutan dilakukan terhadap sekelompok mahasiswa kedokteran di Denmark yang mengonsumsi lima minuman standar dalam sekali duduk. Namun, hasil jangka pendek ini tidak memperlihatkan adanya kenaikan kadar GDF15 secara signifikan.

Fluktuasi hormon kemudian diuji kepada kelompok peminum berat dengan kondisi ketergantungan alkohol. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok tersebut memiliki rata-rata kadar GDF15 mencapai lima kali lipat dibandingkan orang dewasa normal.

"Secara keseluruhan, hasil penelitian ini konsisten dengan gagasan bahwa kadar GDF15 meningkat sebagai reaksi terhadap konsumsi alkohol kronis dan pada orang sehat yang membatasi konsumsi alkohol," ungkap Matthew Gillum, Ahli endokrinologi di University of Copenhagen.

Eksperimen laboratorium lalu diterapkan pada tikus untuk menguji spesifisitas hormon terhadap penurunan hasrat alkohol. Berdasarkan hasil suntikan hormon GDF15, penurunan keinginan mengonsumsi larutan etanol pada tikus tercatat lebih tinggi daripada penurunan asupan makanan mereka.

"Itu akan membantu memperkuat temuan yang kami miliki dalam studi ini," kata Matthew Gillum.

Tim peneliti saat ini sedang merencanakan studi lanjutan yang menyasar kelompok ibu hamil. Langkah ini bertujuan untuk mengamati variasi genetik, kadar GDF15, serta perubahan pola makan guna memperkuat bukti hubungan antara jalur hormon tersebut dan keengganan terhadap alkohol.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: alkohol Hormon GDF15 ibu hamil
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author