Telkom Indonesia Gelar Buyback Saham dan Bagikan Dividen Triliunan Rupiah

Share

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) resmi memutuskan pembagian dividen serta pelaksanaan pembelian kembali atau buyback saham senilai maksimal Rp4 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (8/6/2026).

Langkah korporasi ini langsung memicu sentimen positif di pasar modal dengan target harga saham yang kompak dikerek naik oleh sejumlah analis, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz pada Selasa (9/6/2026).

Konsensus pasar menunjukkan sebanyak 33 dari 42 analis atau sekitar 78,6 persen memberikan rekomendasi beli (buy) untuk saham TLKM, sedangkan sembilan analis sisa merekomendasikan tahan (hold). Rata-rata target harga 12 bulan yang dipasang para analis berada di level Rp3.560,54 per saham, di mana HSBC dan Citi masing-masing memasang target Rp4.150 dan Rp3.575 per saham.

Pada perdagangan Selasa (9/6/2026), harga saham TLKM tercatat menguat 7,66 persen ke level Rp2.530 setelah pada hari sebelumnya ditutup pada posisi Rp2.560 per saham. Rekomendasi beli juga datang dari analis Macquarie Indra Cahya dengan target Rp3.200, serta analis Trimegah Sekuritas Sabrina yang mematok target Rp3.280 per saham.

Alokasi dividen yang disepakati mencapai sekitar Rp17,8 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 dan Rp4,2 triliun dari laba ditahan tahun sebelumnya. Kucuran dividen ini dijadwalkan cair paling lambat pada 10 Juli 2026 bagi pemegang saham yang tercatat per 19 Juni 2026.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan bahwa kebijakan pembagian dividen tersebut telah mempertimbangkan proyeksi investasi masa depan perseroan.

"Keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun," kata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.

Program buyback saham senilai Rp4 triliun akan digulirkan mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027 sebagai strategi menjaga stabilitas harga di pasar keuangan. Di sisi fundamental, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun sepanjang tahun 2025.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author