Tasya Kamila Daftarkan Arrasya Les Tenis demi Dukung Kemampuan Motorik
Aktivitas luar ruangan kini menjadi kegemaran baru bagi Arrasya, anak pertama dari artis Tasya Kamila. Bocah yang sebelumnya dikenal menyukai koleksi kipas tersebut sekarang mulai rutin melakukan berbagai kegiatan fisik.
Seperti dikutip dari HaiBunda, Tasya Kamila mengungkapkan bahwa putranya sedang sangat aktif setelah memasuki bangku sekolah. Beberapa kegiatan yang kini digemari Arrasya antara lain bermain tenis, monkey bar, hingga berenang.
"Arrasya itu lagi aktif-aktifnya karena sudah masuk sekolah. Dia lagi suka tenis, main di monkey bar, dan berenang," ungkap Tasya dalam acara Moms Community & Media Gathering bersama MILO, di Karawang, Jawa Barat, belum lama ini.
Demi memfasilitasi kegemaran baru sang anak, perempuan berusia 33 tahun tersebut memutuskan untuk mendaftarkan Arrasya ke kursus tenis yang terjadwal. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan mengikuti rekomendasi dari pihak sekolah.
Guru di sekolah Arrasya menyarankan agar kemampuan motorik bocah tersebut terus diasah. Hal ini dikarenakan tumbuh kembang motorik Arrasya sempat berjalan di tengah masa pembatasan aktivitas akibat pandemi global.
"Anak aku itu adalah toodler yang ada di masa pandemi. Jadi di awal-awal itu memang agak galau karena jarang keluar rumah," ujar Tasya.
"Tapi ternyata penting ya aktivitas fisik untuk anak. Kalau kurang, nanti motorik halusnya jadi susah dan anak sulit fokus. Jadi ketika Arrasya masuk TK, ibu gurunya billing ke saya untuk banyak-banyakin aktivitas fisik di luar," sambungnya.
Saran dari tenaga pendidik tersebut langsung diterapkan oleh Tasya. Ibu dua anak ini mengalokasikan waktu hingga lima jam dalam sehari agar sang putra bisa bebas bergerak dan menyalurkan energinya.
"Menurut aku, aktivitas fisik untuk anak aku itu penting untuk mendukung fokusnya, bertumbuh, dan kecerdasan dia di masa depan," ujar Tasya.
"Bagaimana anak itu tumbuh aktif juga enggak cuma nutrisi dan tidur cukup, tapi aktivitas fisik diperlukan. Jadi kalau aku, anak ini perlu banget dikasih sehari lima jam (untuk aktivitas fisik), bisa dilakukan di rumah, di sekolah, atau di waktu bermainnya."
Selain mendorong anak untuk bergerak secara fisik, Tasya Kamila juga konsisten mengenalkan beragam aktivitas positif lainnya. Dirinya meyakini bahwa bakat dan potensi anak akan terlihat setelah mencoba banyak hal baru.
"Aku mempersiapkan yang terbaik di jalur akademis, kesenian, dan olahraga. Tapi sebagai orang tua, aku tetap kasih kesempatan anak aku untuk menggali potensinya sendiri," ujarnya.
"Di usia 8 -9 tahun nanti sepertinya aku juga sudah bisa kita lihat ke mana arah potensinya anak ini," lanjutnya.
Pentingnya Keseimbangan Energi Anak yang Aktif
Mengenai pentingnya pergerakan fisik bagi anak-anak, ahli gizi Esti Nurwanti turut memberikan pandangan profesionalnya. Ia mengingatkan para orang tua untuk selalu mengimbangi padatnya kegiatan anak dengan asupan energi yang memadai.
Keseimbangan antara makanan yang bernutrisi dengan intensitas olahraga menjadi kunci penting agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal.
"Anak-anak yang aktivitasnya padat memerlukan asupan gizi yang cukup agar tetap fokus dan bisa mendukung pertumbuhan optimal," kata Esti.
"Orang tua juga perlu ingat, kebutuhan energi anak itu berbeda, tergantung dari usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitasnya," sambungnya.