Houthi Larang Pelayaran Kapal Israel di Laut Merah

Share

Kelompok Houthi asal Yaman yang didukung Iran memberlakukan larangan pelayaran total untuk kapal-kapal Israel di Laut Merah setelah meluncurkan serangan rudal terbaru ke wilayah Israel pada Selasa (9/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP dan Al Arabiya.

Pemblokiran total jalur pelayaran vital tersebut berpotensi memicu kembali gangguan besar pada rute perdagangan global yang sebelumnya telah memaksa banyak perusahaan mengalihkan kapal kargo memutari ujung selatan Afrika.

Ketegangan maritim ini semakin memanas mengingat Selat Hormuz yang menjadi gerbang ekspor energi Teluk Persia juga masih diblokade oleh Iran akibat perang Timur Tengah melawan Amerika Serikat dan Israel.

"Kami menetapkan larangan total dan menyeluruh terhadap navigasi maritim Israel di Laut Merah," demikian pernyataan Angkatan Bersenjata Houthi.

Pihak militer kelompok tersebut menegaskan bahwa eskalasi ini merupakan bagian dari operasi pertahanan mereka dan akan menindak tegas setiap pelanggaran di kawasan perairan tersebut.

"Kami menganggap semua pergerakan musuh sebagai target militer yang sah bagi angkatan bersenjata kami sejak saat pernyataan ini dikeluarkan," imbuh pernyataan tersebut.

Houthi yang bergabung dalam perang untuk mendukung Iran sejak Maret sempat tidak mengumumkan serangan rudal ke Israel sejak gencatan senjata rapuh dimulai pada 8 April, sebelum akhirnya meluncurkan rentetan rudal baru ini.

Kelompok Houthi mengklaim bahwa pasukan mereka telah "meluncurkan rentetan rudal yang menargetkan target-target musuh Israel yang sensitif".

Menurut kelompok yang masuk dalam aliansi Poros Perlawanan bersama Hizbullah Lebanon ini, operasi militer teranyar mereka telah membuahkan hasil yang memuaskan.

Houthi juga mengklaim serangan-serangannya itu "mencapai tujuannya dengan tepat".

Di sisi lain, pihak pertahanan Israel segera mengambil tindakan taktis begitu mendeteksi adanya proyektil yang datang dari arah Yaman menuju wilayah mereka.

Militer Israel sebelumnya merilis pernyataan via Telegram bahwa mereka "telah mengidentifikasi peluncuran rudal dari Yaman menuju ke wilayah Israel, sistem pertahanan udara beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut.

Serangan rudal dan maklumat pemblokiran dari Houthi ini terjadi tepat setelah Iran dan Israel kembali saling serang pada Senin (8/6), yang langsung mengancam kelangsungan gencatan senjata serta prospek kesepakatan damai permanen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author