Bosan Jadi Software Engineer Meta Pria Ini Pilih Jual Mie Hokkien
Perjalanan karier seorang mantan software engineer di perusahaan Meta tengah menarik perhatian. Merasa bosan dengan pekerjaan sebelumnya, ia kini pilih buka warung mie kaki lima.
Dikutip dari Detik Food, seorang pria Singapura bernama Alvin Tan memutuskan berpindah karier dari perusahaan teknologi populer Meta untuk menjadi penjual mie Hokkien di pasar. Langkah ini memicu perhatian netizen karena Tan rela meninggalkan pekerjaan lamanya yang menawarkan pendapatan jauh lebih besar.
Mie Hokkien sendiri merupakan hidangan peranakan populer yang memadukan mi kuning dan bihun. Sajian ini ditumis dengan kaldu udang kaya rasa serta dilengkapi potongan udang, cumi-cumi, dan telur.
Tan mengaku sudah tidak lagi tertarik dengan pekerjaannya sebagai software engineer di perusahaan teknologi raksasa tersebut. Keputusan besar untuk meninggalkan Meta ini dilaporkan oleh livemint.com pada 7 Juni.
Dalam sebuah unggahan video, konten kreator Louisa Tay sempat menghampiri penjual mie itu dan bertanya tentang keputusannya meninggalkan Meta.
"Perusahaan-perusahaan besar semuanya melakukan restrukturisasi. Tim saya bahkan beberapa kali melakukan restrukturisasi. Itu adalah impian setiap orang, tetapi begitu Anda berada di dalamnya, Anda akan memikirkan hal lain yang dapat Anda lakukan dalam hidup," jelasnya kepada konten kreator tersebut.
Sejak beralih profesi, Tan mengakui bahwa pendapatannya menurun drastis. Pekerjaan masa lalunya di bidang teknologi diakui mampu memberikan penghasilan dua hingga tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan bisnis kulinernya saat ini.
Keterbatasan keuangan membuat Tan belum bisa merekrut staf tambahan untuk membantunya. Beruntung, ia dibantu oleh sang pacar yang terus mendukung bisnis serta operasional sehari-hari warung mienya.
Saat ditanya mengenai pesan bagi orang lain yang ingin mengambil langkah serupa, Tan mendorong mereka untuk senantiasa optimis. Menurutnya, selalu ada pintu yang terbuka dan jalan lain yang bisa ditempuh jika suatu saat rencana pertama tidak berhasil.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan yang baik.
"Selain itu, istirahat juga penting. Jika memasak ini membuat saya sering sakit, maka saya akan memprioritaskan kesehatan saya," ujarnya.
Unggahan mengenai kisah Tan memicu reaksi beragam dari netizen. Salah satu netizen berkomentar bahwa AI dapat menggantikan pekerjaan insinyur perangkat lunak, namun tidak dapat menggantikan penjual mie Hokkien.
Netizen lain yang mengaku sebagai chef sekaligus pemilik restoran BBQ di pantai ikut memberikan semangat. Ia menceritakan bahwa dirinya tetap memiliki laboratorium rekayasa perangkat keras di belakang restoran, sehingga Tan pun diyakini bisa menjalani kedua bidang tersebut.
Kualitas hidangan mie Hokkien milik Tan juga mendapatkan pujian dari pelanggan. Seorang netizen menyatakan bahwa makanan di tempat tersebut merupakan salah satu Hokkien mee terbaik yang pernah ia cicipi.
Keputusan pindah karier ini menuntut penyesuaian gaya hidup yang signifikan bagi Tan. Ia kini terpaksa menghemat pengeluaran makanan dengan lebih banyak memasak sendiri di rumah.
Rutinitas harian Tan kini berubah total dan menyisakan sedikit waktu untuk berkumpul bersama teman serta keluarga. Hal ini terjadi karena keputusan untuk mengambil hari libur akan langsung berdampak pada pengurangan pendapatan bisnisnya.