Mengenal Jenis Majas Repetisi dan Contohnya untuk Edukasi Anak

Share

Majas merupakan gaya bahasa kiasan yang digunakan untuk memperindah kalimat serta memperkuat efek penyampaian makna. Penggunaan jenis bahasa ini berfungsi membandingkan atau memperkenalkan suatu hal agar terasa lebih umum.

Dikutip dari HaiBunda, penerapan majas tertentu dalam karya sastra mampu mengubah sekaligus memicu nilai rasa maupun konotasi yang spesifik bagi pembaca. Gaya bahasa ini juga berperan penting dalam meningkatkan efektivitas komunikasi antara penulis dan penikmat karya.

Secara sederhana, majas menjadi sarana untuk mengungkapkan emosi serta pikiran agar mampu memberikan kesan mendalam bagi pendengar. Salah satu jenis yang sering digunakan untuk memberikan penekanan kuat pada suatu konteks adalah majas repetisi.

Majas repetisi bekerja dengan cara mengulang satu atau beberapa kata berulang kali dalam sebuah kalimat. Metode perulangan ini menyasar unsur bunyi suku kata, kata, hingga bagian klausa yang dinilai krusial untuk mempertegas maksud utama.

Gaya bahasa ini memiliki beberapa pola dasar yang penerapannya disesuaikan dengan letak kata yang diulang. Karena memiliki pengaruh besar dalam penyampaian pesan, majas repetisi juga kerap diaplikasikan oleh seseorang saat melakukan kegiatan orasi.

Jenis-Jenis Majas Repetisi

1. Epizeuksis

Epizeuksis merupakan bentuk repetisi yang berlangsung secara langsung. Karakteristik utamanya ditandai dengan pengulangan kata penting secara berturut-turut.

Contoh: Kita harus bekerja, bekerja, sekali bekerja tetap bekerja!

2. Tautotes

Tautotes mengulang sebuah kata tertentu beberapa kali dalam satu konstruksi kalimat yang sama.

Contoh: Aku mencintaimu, kamu mencintai aku. Kau dan aku rupanya saling mencintai.

3. Anafora

Anafora menempatkan pengulangan kata atau frasa pada bagian awal di setiap baris atau kalimat baru.

Contoh: Pada hari itu, dia merasa bahagia. Pada hari itu, dia merasa beruntung. Pada hari itu, dia merasa penuh keberkahan.

4. Epistrofa

Epistrofa meletakkan kata atau frasa yang sama secara berulang pada bagian akhir baris maupun akhir kalimat puisi.

Contoh: Dia berkata bahwa dia akan bertahan. Teman-temannya berkata bahwa dia akan bertahan. Bahkan, dia sendiri berkata bahwa dia akan bertahan.

5. Simploke

Simploke mengombinasikan pengulangan frasa pada bagian awal sekaligus bagian akhir di beberapa baris kalimat secara berurutan.

Contoh: Angin berdesir lembut, dedaunan bergetar lembut, memberikan kedamaian di dalam hutan yang sunyi.

6. Mesodiplosis

Mesodiplosis menempatkan kata atau frasa pengulangan tepat di tengah-tengah baris, klausa, atau kalimat yang tersusun runtut.

Contoh: Percayalah, keberanian tidaklah hanya tentang menghadapi ketakutan, keberanian adalah tentang mengatasi ketakutan. Ketika kita mengatasi ketakutan, kita akan menemukan keberanian yang sejati.

7. Epanalepsis

Epanalepsis melakukan pengulangan dengan cara mengambil kata pertama di awal klausa untuk dijadikan kata terakhir pada klausa tersebut.

Contoh: Saya percaya pada cinta. Cinta yang sesungguhnya bisa mengatasi segala rintangan.

8. Anadiplosis

Anadiplosis memanfaatkan kata terakhir dari suatu baris atau kalimat sebagai kata pembuka pada baris berikutnya.

Contoh: Cinta membawa kebahagiaan. Kebahagiaan membawa kedamaian. Kedamaian membawa keabadian.

Daftar 65 Contoh Majas Repetisi

Berikut adalah variasi contoh majas repetisi dari berbagai sumber yang dapat dipelajari:

1. Heru berjanji akan terus berjuang, berjuang, dan terus berjuang demi kebahagiaan istri dan anak-anaknya.

2. Di kala senang ataupun susah, sebaiknya kita sebagai seorang hamba harus senantiasa bersyukur, bersyukur, dan senantiasa bersyukur pada Tuhan, karena semua ini hanya bersifat sementara.

3. Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dan dialah yang kuharapkan.

4. Cinta adalah misteri. Cinta adalah kesetiaan. Cinta adalah kerinduan. Cinta adalah pengorbanan.

5. Kau lah segalanya untukku. Kau lah pujaan hati ini. Kau lah pelipur keresahan jiwa ini.

6. Kalau kau mau, aku akan datang. Jika kau berkenan, aku akan datang. Bila kau minta, aku akan datang.

7. Sekarang, saat ini, detik ini juga aku harus mulai berubah menjadi dewasa.

8. Bung Karno adalah contoh, Bung Karno adalah panutan, Bung Karno adalah suri tauladan kita semua.

9. Dia adalah pelakunya, dia si pencuri itu, dialah yang mengambil jam tangan milikmu.

10. Saya ingin berubah, saya ingin rajin belajar, saya ingin pintar, saya ingin menjadi orang sukses.

11. Lili adalah gadis cantik, Lili adalah gadis baik, Lili adalah gadis yang sempurna.

12. Siti begitu baik, Siti begitu mulia, Siti lah yang selalu menolongku setiap kali aku ada masalah.

13. Untuk mencapai cita-citamu itu, satu hal yang harus kau ingat adalah belajar, belajar, dan sekali lagi belajar.

14. Pada pagi yang cerah, burung-burung bernyanyi riang di antara dedaunan hijau yang segar.

15. Air terjun itu mengalir dengan deras, suara gemericiknya mengalun indah di antara bebatuan yang kokoh.

16. Dia menangis dan terus menangis ketika mengingat orang tuanya.

17. Anak itu tertawa riang, tertawa dengan suara yang riang dan ceria.

18. Dia bahkan tidak sempat berjabat-tangan dengan Vina. Gadis itu melangkah masuk lebih dulu.

19. Entah dari mana datangnya plastik berisi minyak tanah. Entah dari mana datangnya suluh kain yang menyala-nyala.

20. Daun-daun berguguran perlahan yang membentuk hamparan warna-warni di bawah pohon.

21. Bunga mawar berwarna merah cerah, berwarna merah dengan cerah yang menyala-nyala.

22. Ibu adalah pelita hidupku, ibu adalah sumber kasihku, ibu adalah inspirasiku.

23. Satu tujuan, satu semangat, satu harapan.

24. Mereka datang dengan harapan, datang dengan keyakinan, datang dengan semangat.

25. Bersatulah untuk bangsa, bersatulah untuk negara, bersatulah untuk masa depan.

26. Aku percaya pada dirimu, aku percaya pada kemampuanmu, aku percaya pada masa depanmu.

27. Damai di rumah, damai di sekolah, damai di masyarakat.

28. Ia menunggu pagi, menunggu siang, menunggu malam.

29. Jangan menyerah, jangan mengeluh, jangan berhenti.

30. Kami ingin keadilan, kami ingin kesejahteraan, kami ingin kemajuan!

31. Kau bilang aku ini egois, aku bilang terserah aku. Kau bilang aku ini judes, aku bilang terserah aku.

32. "Setiap jengkal yang ada padamu aku mau. Setiap tutur yang terucap olehmu aku mau."

33. Ibu membuatkan kue, adik tidak mau makan. Ibu membuatkan bakso, adik tidak mau makan.

34. Panggilan sih Banjar, tapi nama asli saya Banjar.

35. Di taman itu, bunga-bunga bermekaran dengan warna-warna yang cerah dan memikat.

36. Itulah janji menatap wajahNya. Menatap wajah Tuhan.

37. Tidak ada lagi bangun kesiangan. Tidak ada lagi kebiasaan mengamen sampai larut malam di gerbong kereta

38. Kalau begitu kamu boleh pergi, adik boleh pergi, kakak boleh pergi, asal izin dulu.

39. Pohon-pohon di hutan itu berdesir dengan daun-daun yang bergoyang lembut.

40. Di sana, di bawah langit biru yang luas, langit biru yang membentang tak berujung, terdapat sebuah rumah kecil yang terbuat dari kayu kokoh.

41. Dia bertanya-tanya di dalam hatinya yang penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.

42. Makan tinggal makan, tidur tinggal tidur.

43. Seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya dengan lembut. Seseorang yang sekaligus menegurnya dengan ramah. Seseorang yang sama sekali tidak dikenalinya.

44. Adik selalu membantu teman, kakak selalu menghormati guru.

45. Dia tetap tersenyum saat gagal, dia tetap bersemangat saat mencoba lagi.

46. Ayah sedang bekerja di kantor, ibu sedang memasak di dapur.

47. Kami ingin belajar dengan tekun, kami ingin meraih prestasi.

48. Para siswa harus disiplin di sekolah, para guru harus menjadi teladan.

49. Damai adalah harapan setiap manusia, damai.

50. Kejujuran harus dijunjung tinggi oleh semua orang, kejujuran.

51. Disiplin akan membawa seseorang menuju kesuksesan, disiplin.

52. Belajar merupakan kunci keberhasilan, belajar.

53. Persatuan menjadi kekuatan bangsa ini, persatuan.

54. Sekolah menanamkan disiplin. Disiplin membuat siswa lebih bertanggung jawab.

55. Mereka membangun persahabatan. Persahabatan itu bertahan hingga dewasa.

56. Menurutku, Papa mirip hantu. Papa mirip hantu karena aku takut hantu, dan aku tahu Mama takut Papa. Dan aku takut papa. Dan aku tahu kalau Mama juga takut Papa.

57. Aku akan selalu bersamamu, selalu bersamamu, selalu bersamamu, dan akan terus selalu bersamamu di setiap kehidupan yang Tuhan ciptakan.

58. Di teras rumah itu, sebuah kursi goyang tua berdiri dengan gagah, kursi goyang tua yang menyaksikan indahnya pemandangan laut setiap hari.

59. Semua berawal dari keberanian. Keberanian membawa seseorang menghadapi tantangan.

60. Ternyata tidak ada, tidak ada yang bertugas melakukan itu.

61. Aku menunggumu, aku mencarimu, aku mengharapkanmu.

62. Mereka datang tepat waktu, they mengikuti acara dengan tertib, mereka pulang dengan senang.

63. Kita harus jujur setiap hari, bersikap baik setiap hari, dan berbuat manfaat setiap hari.

64. Ayah bekerja demi keluarga, ibu berkorban demi keluarga, anak-anak berusaha membanggakan keluarga.

65. Kita bisa beli kuda dan sapi dan kambing dan kucing. Kita bisa beli istana. Kita bisa makan ayam sebanyak-banyaknya. Kita bisa beli baju bagus, main sebanyak yang kita mau di tempat main, dan melakukan apapun yang kita mau.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author