Kortas Tipikor Polri Geledah Kantor Wika Terkait Korupsi PG Assembagoes
Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI terus bergulir. Dilansir dari Detikcom, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri melaksanakan penggeledahan di beberapa lokasi, termasuk kantor PT Wijaya Karya (Wika) di Jakarta Timur.
Proses pencarian bukti di kantor perusahaan kontraktor pelat merah tersebut dilaporkan telah berjalan sekitar 3 jam dan masih terus berlangsung. Hingga kini, kepastian mengenai ruangan yang menjadi sasaran spesifik para penyidik belum diketahui.
Langkah hukum ini diambil untuk memperkuat pembuktian terkait penanganan perkara pada proyek konstruksi terintegrasi Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). Proyek tersebut meliputi pengembangan serta modernisasi Pabrik Gula Assembagoes untuk periode tahun 2016 hingga 2022.
Kabag Ops Kortastipikor Polri, Kombes Ahmad Yusuf Afandi, memberikan penjelasan resmi mengenai operasi penegakan hukum ini melalui sebuah keterangan tertulis pada Selasa (9/6/2026).
"Penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik merupakan bagian dari upaya penyidikan untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti yang relevan dengan dugaan tindak pidana korupsi EPCC PG Assembagoes yang sedang ditangani," kata Ahmad Yusuf.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa semua data serta barang bukti yang diperoleh dari hasil operasi ini bakal melewati proses analisis mendalam. Langkah penegakan hukum dipastikan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip-prinsip penyidikan tindak pidana korupsi yang yuridis prosedural, teknis profesional, etis proporsional dan non intervensi," ujarnya.
Operasi pembersihan praktik rasuah ini ternyata tidak hanya menyasar kantor Wika di ibu kota. Penyidik Kortas Tipikor Polri juga bergerak secara simultan menyisir sejumlah tempat di wilayah Jawa Timur.
Beberapa lokasi yang turut digeledah antara lain Kantor PT Multinas Tjahja Sejahtera di Surabaya, kediaman pribadi Direktur Utama PT Multinas Indonesia, Tjahjadi Djajadibrata, hingga kantor PT Barata Indonesia di Gresik.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada manajemen PT Wika untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai penggeledahan di kantor mereka. Meski demikian, belum ada respons maupun tanggapan resmi yang diberikan oleh pihak manajemen perusahaan.