Saham BBRI Melesat 6,56 Persen Dorong Penguatan IHSG Sesi I

Share

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melonjak 6,56 persen ke level Rp2.760 per lembar pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (9/6/2026). Dilansir dari Bloomberg Technoz, lonjakan emiten perbankan pelat merah ini turut menjadi motor utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Perdagangan saham BBRI bergerak aktif pada rentang harga Rp2.540 hingga menyentuh level tertinggi di Rp2.790 per saham. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp1,21 triliun dengan volume perdagangan berkisar 459 juta lembar saham berpindah tangan hingga siang hari.

Aktivitas positif pada saham bank terbesar di Indonesia ini berhasil mengerek IHSG parkir di zona hijau. Indeks mencatatkan kenaikan sebesar 4,82 persen menuju level 5.599 pada akhir sesi pertama perdagangan.

Pergerakan IHSG terpantau melaju dengan sangat optimistis sepanjang sesi tersebut. Rentang pergerakan indeks tercatat berada pada level terendah 5.318 hingga mencapai posisi tertinggi di level 5.627.

Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), total nilai perdagangan di pasar modal secara keseluruhan menyentuh angka Rp13,79 triliun. Total tersebut berasal dari penjualan dan pembelian sekitar 24,71 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,47 juta kali.

Sejumlah sekuritas memberikan proyeksi positif terhadap prospek emiten perbankan ini ke depan. Yuanta Sekuritas Indonesia menetapkan rekomendasi beli untuk saham BBRI dengan target harga mencapai Rp4.900 per saham.

Langkah senada diambil oleh Ciptadana Sekuritas yang merekomendasikan aksi beli dengan target harga berada di angka Rp4.800 per saham. Sementara itu, Indo Premier Sekuritas memasang target lebih tinggi pada level Rp5.000 per saham untuk jangka waktu 12 bulan mendatang.

Konsensus pasar yang dihimpun oleh Bloomberg dari total 36 analis memproyeksikan target harga rata-rata BBRI di level Rp4.098 dalam 12 bulan ke depan. Sebanyak 30 analis di antaranya secara kompak memberikan rekomendasi beli untuk saham tersebut, yang menunjukkan adanya potensi keuntungan hingga 48,5 persen dari harga saat ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author