IHSG Ditutup Melesat 4,82 Persen Menjadi yang Terbaik di Bursa Asia

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Sesi I dengan penguatan optimistis. Dilansir dari Bloomberg Technoz, lonjakan ini menempatkan IHSG sebagai indeks dengan penguatan tertinggi dan terbaik di Bursa Asia.

Pada Sesi I Selasa (9/6/2026), IHSG bertengger di posisi 5.599 atau mengalami kenaikan sebesar 4,82 persen dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Indeks bergerak pada rentang terendah 5.318 dan menyentuh posisi tertinggi di level 5.627.

Aktivitas perdagangan paruh pertama melibatkan volume sebanyak 24,71 miliar saham. Total nilai transaksi menembus Rp13,79 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,47 juta kali transaksi.

Sektor perindustrian, barang baku, serta energi menjadi motor utama penguatan dengan kenaikan masing-masing 5,92 persen, 5,71 persen, dan 5,08 persen. Secara keseluruhan, 603 saham bergerak menguat, 118 saham melemah, dan 92 saham lainnya stagnan.

Beberapa saham mencatatkan kenaikan luar biasa dan menjadi top gainers. PT Multitrend Indo Tbk (BABY) memimpin dengan lonjakan 34,6 persen, diikuti PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) yang naik 29 persen.

Selanjutnya, saham PT Citatah Tbk (CTTH) melesat 27 persen dan saham PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) menguat 25 persen. Performa ini membuat IHSG berada di posisi teratas di tengah zona hijau pasar saham regional Asia.

Apresiasi pasar modal Indonesia melampaui capaian KOSPI Korea yang naik 7,84 persen, TW Weighted Index Taiwan 3,03 persen, NIKKEI 225 Jepang 1,85 persen, serta Shenzhen Comp China 1,39 persen.

Bursa Asia lainnya juga menguat, seperti SETI Thailand 1,29 persen, Topix Jepang 1,06 persen, Straits Times Singapura 1,03 persen, PSEi Filipina 0,96 persen, CSI 300 China 0,91 persen, Shanghai Composite China 0,67 persen, Ho Chi Minh Stock Index Vietnam 0,12 persen, dan SENSEX India 0,07 persen.

Sentimen positif pasar salah satunya dipicu oleh hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia yang berlangsung pada Selasa siang. Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5%.

Bank sentral juga mengerek suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,5%, serta suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps ke posisi 6,25%.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran yang ditetapkan pemerintah," papar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan pers tertulis, Selasa.

Kebijakan pengetatan moneter ini juga dirancang untuk meningkatkan imbal hasil investasi portfolio asing di Indonesia. Selain menaikkan BI Rate, Bank Indonesia menempuh empat langkah strategis untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah.

Langkah pertama adalah menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan. Kedua, BI memberikan insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging-swap) bagi investor asing.

Langkah ketiga yaitu membuka kembali window lelang instrumen Repurchase Agreement (REPO) untuk tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan. Keempat, meningkatkan intensitas operasi moneter baik rupiah maupun valuta asing.

Euforia pasar semakin terdorong oleh langkah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang mengumpulkan perwakilan Bank Himbara, BPJS, dan Asuransi BUMN di parlemen pada Selasa.

"Pagi ini kan kita berkumpul untuk koordinasi terutama kita akan berdiskusi banyak soal saham-saham BUMN yang sebenarnya bagus-bagus tapi kemudian dengan situasi pasar global yang kemudian berdampak," kata Dasco.

Pertemuan koordinasi tersebut fokus membahas rencana pembelian kembali (buyback) saham-saham BUMN yang terdampak sentimen global. Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Ketua BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author