McAfee Deteksi Malware WeedHack Berkedok Mod Minecraft
Para pemain game Minecraft besutan Mojang kini harus meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan modifikasi atau mod. Pasalnya, terdapat oknum tidak bertanggung jawab yang menyisipkan program jahat ke dalam komponen permainan tersebut.
Berdasarkan laporan McAfee pada Selasa (9/6/2026), serangkaian serangan siber terdeteksi menyamar sebagai mod dan aplikasi klien Minecraft yang dikenal dengan nama WeedHack. Seperti dilansir dari Detik iNET, program berbahaya ini sengaja dirancang untuk menginfeksi perangkat para pengguna game.
Pihak McAfee menjelaskan bahwa aktivitas pelaku memungkinkan mereka untuk mengakses sekaligus memanipulasi layar, kamera web, hingga sistem file milik korban dari jarak jauh. Pengendalian tersebut dilakukan melalui sebuah dasbor yang dihosting di jaringan internet terbuka.Penyebaran program jahat ini tergolong masif dalam beberapa bulan terakhir. Menurut McAfee, sejak Januari 2026, telah tercatat lebih dari 116 ribu kasus saat riset ini diumumkan, dengan rata-rata 2 ribu hingga 3 ribu serangan baru setiap harinya.
"Kami telah menemukan lebih dari 3820 file JAR berbahaya unik yang merupakan bagian dari serangan ini dan lebih dari 240 URL yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan malware ini," demikian bunyi laporan McAfee terkait serangan siber ini.
Hal yang membedakan WeedHack dari kebanyakan malware lainnya terletak pada biayanya yang murah serta kemudahan dalam pengoperasian. Pada umumnya, seorang peretas harus membayar ratusan dolar per bulan untuk mengakses alat serangan melalui jaringan kriminal bawah tanah. Namun, WeedHack menyediakan versi gratis bagi siapa saja yang memiliki akun Discord dan koneksi internet.
Meski demikian, WeedHack juga menyediakan versi premium dengan tarif mulai USD 4,99 atau Rp 90 ribu per bulan, USD 8,99 atau sekitar Rp 163 ribu per dua bulan, serta USD 12,99 atau sekitar Rp 236 ribu untuk masa tiga bulan. Tersedia pula paket seumur hidup seharga USD 24,99 atau sekitar Rp 454 ribu, di mana versi berbayar ini memiliki kemampuan memantau korban secara diam-diam lewat kamera web.
Kemudahan akses terhadap WeedHack ini dilaporkan telah menarik perhatian kalangan muda. McAfee menyebutkan, para penilitinya terkejut ketika menemukan bahwa remaja menggunakan alat-alat ini tidak hanya untuk pencurian finansial, tetapi juga melecehkan dan menindas teman sebayanya.
Berdasarkan data yang dihimpun McAfee, Amerika Serikat menjadi negara yang paling terdampak oleh serangan ini, kemudian diikuti oleh Jerman, India, Inggris, dan Italia. Jika pelaku berhasil mencuri kata sandi dan membajak akun, mereka akan menahan informasi tersebut untuk meminta uang tebusan kepada korban.