PDIP Dukung Pemulihan Ekonomi Pascaultimatum Rupiah oleh BEM SI
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merespons desakan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menuntut langkah konkret pemerintah dalam mengatasi kemerosotan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di Jakarta pada Minggu (7/6/2026).
Sikap partai berlambang banteng moncong putih tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Pihaknya menilai aspirasi yang disuarakan oleh elemen mahasiswa merupakan cerminan dari harapan besar masyarakat luas saat ini.
Penegasan mengenai perlunya arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto menjadi poin penting yang disoroti oleh internal partai. Menurut penjelasan Hasto, publik kini menantikan instruksi serta kebijakan strategis dari kepala negara untuk meredam fluktuasi mata uang nasional.
Selain masalah moneter, partai oposisi ini juga menggarisbawahi bahwa tata kelola pemerintahan yang bersih menjadi kunci utama dalam memulihkan situasi. Pemerintah diminta tidak menutup telinga terhadap masukan dari berbagai sektor usaha yang berkaitan dengan penegakan hukum dan transparansi.
"Berbagai kritik yang diberikan oleh dunia usaha tentang pentingnya kepastian hukum, tentang pentingnya akuntabilitas dan transparansi untuk membangun trust, itu dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. itu harapan pdi perjuangan, dan PDIP akan memberikan dukungan bagi kebaikan bangsa ini termasuk recovery terhadap berbagai persoalan ekonomi, moneter, dan juga persoalan di sektor riil," ujar Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP.
Sikap resmi ini sekaligus menempatkan posisi partai dalam mendukung penuh segala upaya pemulihan stabilitas ekonomi nasional, baik di sektor keuangan maupun sektor riil, demi memulihkan kepercayaan pasar global.