Trump Peringatkan Netanyahu untuk Tidak Tingkatkan Ketegangan dengan Iran

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak meningkatkan eskalasi ketegangan dengan Iran pada Selasa, 9 Juni 2026, seperti dilansir dari Detikcom.

Peringatan tersebut diberikan setelah Israel mengabaikan permintaan Trump untuk menahan diri dan tetap melancarkan serangan balasan ke wilayah Iran pada Senin, 8 Juni 2026 pagi waktu setempat.

Ketegangan regional ini sebelumnya dipicu oleh aksi pengeboman mematikan yang dilakukan militer Israel terhadap ibu kota Lebanon, Beirut, pada Minggu, 7 Juni 2026.

Trump memprotes sikap Netanyahu dan menyampaikan peringatan keras tersebut melalui sebuah pembicaraan telepon serta unggahan di media sosial miliknya.

"Saya mengatakan, 'Bibi, sebaiknya Anda berhati-hati, atau Anda akan sendirian segera'," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Mantan presiden yang kembali memimpin AS itu juga dilaporkan merasa jengkel dengan sikap keras kepala sekutunya tersebut dalam melanjutkan konflik bersenjata.

"negosiasi akhir" kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Di pihak lain, Perdana Menteri Israel menegaskan komitmen negaranya untuk terus melakukan tindakan militer yang dianggap perlu demi menjaga keamanan nasional.

"Israel memiliki hak penuh untuk membela diri, dan kami menggunakannya sebagaimana mestinya" ujar Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Netanyahu mengklaim bahwa respons militer yang dilancarkan oleh pasukannya ke wilayah Teheran berhasil meredam agresivitas lawan di wilayah perbatasan.

"Sekarang, tembakan di garis depan terkendali, karena setelah kami menyerang rezim teroris di Teheran, mereka berhenti menyerang kami," ucap Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Meskipun situasi saat ini diklaim terkendali, pemimpin Israel tersebut tetap membuka peluang untuk melancarkan serangan lanjutan berskala besar jika situasi kembali memanas.

"melakukan kesalahan dengan melanjutkan serangan terhadap kami, kami akan membalas dengan kekuatan penuh." peringat Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Serangan udara Israel terakhir menyasar sistem pertahanan udara dan pabrik petrokimia Iran, sementara Iran membalas dengan menggempur fasilitas di Haifa serta dua pangkalan udara Israel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author