IHSG 9 Juni 2026 Dibuka Menguat 0,05 Persen Ditengah Pelemahan Cadangan Devisa
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (9/6/2026), dibuka bergerak di zona hijau. Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, indeks mencatatkan kenaikan sebesar 2,55 poin atau menguat 0,05% ke level 5.344 pada pukul 9.01, bahkan sempat menyentuh posisi tertinggi di level 5.428 dengan penguatan hingga 1%.
Pergerakan positif ini berjalan selaras dengan mayoritas indeks saham utama di Bursa Asia yang memerah atau menghijau secara optimistis sejak pembukaan. Deretan bursa yang menguat meliputi KOSDAQ, KOSPI, TW Weighted Index, PSEi, Straits Times, NIKKEI 225, Topix, CSI 300, Shenzhen Comp., dan Shanghai Composite.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah lima menit pasar berjalan menunjukkan volume perdagangan mencapai 4,69 miliar saham. Nilai transaksi tercatat menyentuh Rp2,2 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 170.857 kali. Dalam pergerakan tersebut, terdapat 208 saham yang menguat, 298 saham melemah, dan 196 saham stagnan.
Kendati dibuka menguat, riset dari BRI Danareksa Sekuritas menyoroti penurunan cadangan devisa nasional yang merosot selama lima bulan berturut-turut menjadi US$144,9 miar. Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait stabilitas nilai tukar rupiah serta potensi aliran modal asing yang keluar.
“Dalam jangka pendek, IHSG berpotensi melanjutkan tekanan pelemahan dengan area support di 5.200 dan resistance di 5.600,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.
Nilai tukar rupiah yang masih tertahan di atas Rp18.150 per dolar AS menjadi faktor risiko utama bagi pasar saham domestik. Selain itu, kembali meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel turut memperbesar ketidakpastian global yang memicu sentimen risk-off pada IHSG. Saham pilihan dari BRI Danareksa Sekuritas untuk hari ini adalah ADMR dan MSIN.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa penurunan cadangan devisa secara kontinu berisiko menurunkan tingkat kepercayaan investor dan lembaga rating. Situasi ini memerlukan langkah pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan pasar keuangan, memacu ekspor, menekan impor, serta menarik investasi asing langsung.
“Ini merupakan level terendah sejak Juni 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya Bank Indonesia untuk menstabilkan rupiah,” mengutip paparan Phintraco.
Secara analisis teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA-200 monthly sehingga peluang koreksi lanjutan dinilai masih terbuka untuk menguji level support di 5.100. Saham-saham pilihan utama dari Phintraco Sekuritas meliputi ADMR, SILO, BRMS, dan MBMA.
Proyeksi dari CGS International Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa penguatan bursa Wall Street, kenaikan harga komoditas, dan pembatalan skema gross split non-migas akan menjadi pendorong positif. Namun, pelemahan rupiah dan aksi jual investor asing berpotensi menjadi penahan laju indeks.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.225–5.110 dan resistance 5.460–5.575,” tulis riset CGS International.
CGS International merekomendasikan beberapa saham pilihan meliputi MBMA, PSAB, ADMR, UNVR, AMMN, dan EXCL untuk perdagangan hari ini.
Di sisi lain, Panin Sekuritas memperkirakan IHSG masih menghadapi tren pelemahan akibat tingginya ketidakpastian geopolitik global. Kenaikan yield obligasi domestik dan global juga mengindikasikan lonjakan premi risiko yang disertai derasnya capital outflow.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip Panin Sekuritas.
Panin Sekuritas menetapkan beberapa saham pilihan untuk perdagangan hari ini yaitu TPIA, INDF, dan TLKM.