IPB University Buka Pendaftaran Jalur Mandiri D4 Vokasi Melalui Ujian Online
IPB University kembali membuka kesempatan bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan vokasi melalui Seleksi Mandiri Masuk IPB (SM-IPB) Sarjana Terapan 2026. Jalur mandiri program Sarjana Terapan (D4) ini membuka masa pendaftaran hingga 1 Juli 2026.
Skema seleksi untuk SM-IPB Sarjana Terapan ini dirancang khusus bagi pendaftar yang berminat pada pendidikan vokasi di IPB. Jalur ini menerapkan sistem yang terpisah dari seleksi program sarjana reguler.
Seperti dilansir dari Detikcom, laman resmi IPB University mengumumkan bahwa metode seleksi tahun 2026 mengalami perubahan. Proses seleksi kini sepenuhnya mengandalkan ujian daring yang bisa diakses langsung dari rumah peserta, menggantikan mekanisme lama yang sempat memberikan pilihan penggunaan nilai UTBK.
Terdapat sejumlah kriteria kelulusan yang harus dipenuhi oleh setiap calon pendaftar sebelum mengajukan diri pada jalur seleksi vokasi ini.
Pendaftar harus merupakan lulusan SMA, MA, SMK, atau institusi sederajat yang lulus pada tahun 2024, 2025, dan 2026. Persyaratan ini memastikan peluang bagi lulusan tiga tahun terakhir.
Bagi lulusan Paket C tahun 2024, 2025, dan 2026, seleksi ini menetapkan batasan usia khusus. Peserta dari jalur penyetaraan ini diwajibkan berusia maksimal 25 tahun terhitung per 1 Juli 2026.
Dokumen dan Biaya yang Diperlukan
Para peserta seleksi mandiri vokasi ini harus menyiapkan berkas administrasi serta biaya pendaftaran sesuai ketentuan resmi. Biaya pendaftaran untuk mengikuti SM-IPB Sarjana Terapan 2026 ditetapkan sebesar Rp 750.000.
Beberapa dokumen penting yang wajib diunggah oleh calon mahasiswa meliputi pasfoto formal terbaru dan Kartu Keluarga (KK). Dokumen ini berfungsi untuk verifikasi identitas diri pendaftar.
Peserta juga harus menyertakan berkas finansial berupa slip gaji atau surat keterangan penghasilan orang tua. Selain itu, dibutuhkan bukti pembayaran listrik selama tiga bulan terakhir serta surat komitmen terkait pembayaran biaya pendidikan.
Materi Ujian Berbasis HOTS
Ujian mandiri ini menggunakan materi Tes Kemampuan Skolastik yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Format evaluasi ini diterapkan guna mengukur kompetensi berpikir tingkat tinggi dari setiap calon mahasiswa.
Seluruh materi ujian dikembangkan langsung dari bidang keilmuan terkait. Peserta akan dihadapkan pada total 25 soal yang harus diselesaikan dalam durasi waktu pengerjaan selama 60 menit.
Sistem penilaian ujian ini terbagi berdasarkan model pertanyaan yang disajikan dalam lembar tes digital:
- Pilihan ganda: jawaban benar mendapatkan nilai +100%, jawaban salah dikenai denda -25%, sedangkan jawaban kosong bernilai 0%.
- Isian singkat: jawaban benar memperoleh nilai +100%, sementara jawaban salah atau kosong bernilai 0%.
- Menjodohkan: setiap pasangan jawaban yang diselesaikan dengan benar akan diberikan bobot nilai sebesar 25%.
Kebutuhan Perangkat Teknis Ujian
Mengingat ujian dilaksanakan secara daring dari tempat tinggal masing-masing, calon peserta wajib menyediakan peralatan teknis yang memadai secara mandiri. Perangkat utama yang harus disiapkan adalah komputer atau laptop yang dilengkapi dengan kamera fungsional.
Sistem operasi pada komputer tersebut minimal harus menjalankan Windows 10 atau versi MacOS terbaru. Untuk mengakses halaman ujian, peserta disarankan menggunakan aplikasi browser Google Chrome atau Mozilla Firefox.
Kelancaran ujian juga sangat bergantung pada ketersediaan koneksi internet yang stabil selama pengerjaan soal. Calon mahasiswa juga diminta menyiapkan smartphone yang sudah terpasang aplikasi Telegram serta memastikan pasokan sumber listrik tetap aman sepanjang tes berlangsung.