IHSG Ditutup Anjlok 4,52 Persen ke Level 5.342,14

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Senin (8/6) di zona merah. Dilansir dari Detik Finance, indeks bursa domestik mengalami penurunan tajam sebesar 4,52 persen menuju level 5.342,14.

Koreksi dalam ini dipicu oleh aksi jual masif pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Penguatan saham PT Surya Multi Investama Tbk (SMMA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) belum mampu menahan kejatuhan indeks.

Tekanan jual dari investor asing tercatat masih berlanjut di pasar modal. Investor asing membukukan penjualan bersih senilai Rp587,21 miliar di pasar reguler dan mencapai Rp447,05 miliar di seluruh pasar.

Seluruh sektor saham terjerembab ke zona negatif pada akhir perdagangan. Sektor industri menjadi lini yang mengalami koreksi paling parah setelah merosot hingga 6,39 persen.

Kondisi pasar domestik juga dipengaruhi oleh pergerakan variatif dari bursa saham Amerika Serikat. Indeks Dow Jones melemah 0,16 persen ke posisi 50.786, sementara S&P 500 dan Nasdaq bergerak menguat masing-masing sebesar 0,30 persen dan 0,86 persen.

Sentimen negatif lain datang dari pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah di kisaran Rp18.177 per dolar AS. Ketegangan geopolitik yang meningkat antara Iran dan Israel turut memicu ketidakpastian finansial global yang berisiko memperpanjang aliran modal keluar dari pasar domestik.

Sentimen global tersebut turut menyeret jatuh kinerja ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia. Tercatat ETF EIDO merosot sebesar 3,83 persen dan indeks MSCI Indonesia melemah 5,77 persen.

Di tengah fluktuasi pasar, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme private placement. Emiten ini bakal menerbitkan 218,31 juta saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp1.550 per saham.

Perusahaan terafiliasi, Bakrie Kalila Investment (BKI), bertindak sebagai pembeli siaga yang akan mengambil seluruh saham baru tersebut. Melalui langkah taktis ini, ENRG berpotensi meraup tambahan modal segar hingga Rp338,38 miar.

Pasca-aksi korporasi ini, jumlah saham disetor penuh ENRG akan naik menjadi 26,56 miliar saham dengan nilai modal disetor menembus Rp6,95 triliun. Distribusi saham dijadwalkan pada 12 Juni 2026, sedangkan pelaporannya akan diumumkan pada 18 Juni 2026.

Ekspansi Sumber Daya Mineral MDKA

Sementara itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) membukukan pencapaian baru dengan melaporkan tambahan sumber daya mineral di Prospek Kolokoa. Berdasarkan data Mineral Resource Estimate (MRE) per 1 Juni 2026, area tersebut menyimpan sumber daya sebesar 42 juta ton.

Kadar emas rata-rata di wilayah tersebut mencapai 0,33 gram per ton, atau setara dengan 445 ribu ons emas. Penemuan baru ini mendongkrak total cadangan sumber daya emas di Tambang Pani sebesar 6,35 persen menjadi 7,40 juta ons emas.

Pengujian metalurgi awal mengonfirmasi tingkat perolehan emas yang optimal. Proses ekstraksi material oksida menunjukkan tingkat pemulihan antara 87 persen hingga 94 persen, sedangkan untuk material transisi berada di rentang 81 persen hingga 92 persen.

Pembagian Dividen Jumbo TLKM

Dari sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp221,08 per saham untuk tahun buku 2025. Total dana dividen yang dikucurkan mencapai Rp21,90 triliun.

Keputusan strategis ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham dalam RUPST yang digelar 8 Juni 2026. Alokasi dividen memanfaatkan Rp17,80 triliun dari laba bersih 2025 dan Rp4,20 triliun diambil dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.

Sepanjang tahun buku 2025, TLKM membukukan total pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, atau mengalami penurunan 2,15 persen secara tahunan. Laba bersih perseroan juga terkoreksi menjadi Rp17,80 triliun dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp22,40 triliun.

Dengan posisi harga penutupan saham TLKM di level Rp2.350 pada 8 Juni 2026, imbal hasil atau yield dividen yang ditawarkan tercatat sebesar 9,41 persen. Manajemen menjadwalkan pembayaran dividen kepada pemegang saham yang berhak paling lambat pada 10 Juli 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author