Satelit NISAR Ungkap Mexico City Ambles hingga 24 Sentimeter per Tahun

Share

Ibu kota Meksiko, Mexico City, mencetak sejarah baru di dunia sepak bola sebagai kota pertama yang dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak tiga kali. Lokasi ini sebelumnya menjadi saksi bisu saat Pelé mengangkat trofi pada 1970 dan Diego Maradona mencetak gol Tangan Tuhan yang legendaris pada 1986.

Namun, di balik kemeriahan menyambut Piala Dunia 2026, kota yang berdiri di ketinggian lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut ini menghadapi ancaman geologis yang serius. Dilansir dari Detik Travel, kota berpenduduk padat yang dibangun di atas reruntuhan ibu kota Aztec, Tenochtitlan, kini perlahan-lahan tenggelam.

Kondisi geologis tanah yang lunak ditambah dengan ekstraksi air tanah secara masif menjadi pemicu utama amblesnya permukaan tanah. Fenomena penurunan tanah di kota ini sebenarnya sudah mulai didokumentasikan sejak dekade 1920-an.

Dampak nyata dari amblesnya permukaan ini telah lama dirasakan oleh warga setempat. Jaringan transportasi kereta api mengalami gangguan, struktur bangunan mulai condong miring, hingga aspal jalanan yang terbelah dan retak.

Potret terkini dari satelit NISAR, sebuah proyek kolaborasi ambisius antara NASA dan Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO), berhasil membeberkan tingkat keparahan krisis geologis ini dengan akurasi yang mencengangkan. Sistem radar kuat ini mampu mendeteksi pergeseran tanah yang sangat tipis sekalipun dari luar angkasa.

Melalui pengamatan yang dilakukan sepanjang musim kemarau sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026, NISAR merekam aktivitas pergerakan tanah di kawasan metropolitan tersebut. Data menunjukkan sejumlah titik di kota itu mengalami penurunan vertikal mencapai 2 cm setiap bulannya, atau setara dengan lebih dari 24 cm per tahun.

Kawasan Bandara Internasional Benito Juarez menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling fatal akibat fenomena ini. Pintu gerbang udara utama bagi kota tersebut terus mengalami penurunan posisi fondasi.

Kondisi serupa terlihat pada Monumen Angel of Independence setinggi 34,7 meter yang didirikan pada tahun 1910. Fondasi struktur pelestarian sejarah kemerdekaan Meksiko ini bahkan harus direnovasi dengan menambahkan 14 anak tangga baru guna mengimbangi tanah di sekelilingnya yang terus merosot turun.

"Mexico City adalah titik rawan yang sangat dikenal dalam hal penurunan tanah dan citra seperti ini hanya permulaan bagi NISAR," ujar David Bekaert, manajer proyek Institut Penelitian Teknologi Flemish.

Selain memantau penurunan tanah, satelit canggih ini juga memiliki kapasitas untuk memantau fenomena alam lainnya di bumi. Kemampuan pelacakannya mencakup pergerakan bongkahan gletser, fase pertumbuhan vegetasi, hingga deteksi bencana alam seperti aktivitas erupsi gunung berapi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author