Harga Minyak Dunia Stabil Usai Israel dan Iran Sepakat Hentikan Serangan

Share

Harga minyak mentah dunia bergerak stabil pada Selasa, 9 Juni 2026, setelah Israel dan Iran sepakat untuk menghentikan aksi saling serang. Langkah tersebut diambil menyusul eskalasi kekerasan yang sempat mengancam jalannya berbagai upaya diplomatik damai di kawasan Timur Tengah.

Komoditas minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas US$91 per barel setelah ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Senin kemarin, dilansir dari Bloombergtechnoz. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent bertahan di kisaran US$94 per barel.

Ketegangan sempat memicu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan penurunan eskalasi konflik. Kendati gencatan senjata yang rapuh masih dipertahankan, blokade ganda oleh Teheran dan Washington di Selat Hormuz membuat jalur tersebut ditutup total sehingga menyumbat pasokan minyak, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG) global.

Komando Sentral AS (Centcom) mengonfirmasi bahwa pasukannya melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak kosong yang mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran di Teluk Oman pada Senin karena dinilai melanggar aturan blokade. Di saat bersamaan, militer Israel juga mencegat target udara mencurigakan dari arah Yaman.

Trump kemudian mengeklaim bahwa AS akan mendeklarasikan kemenangan total dalam perang melawan Iran dalam kurun waktu dua minggu ke depan saat berbicara di acara kampanye virtual partai Republik di South Carolina.

Namun, para pengamat menilai pemulihan arus pasokan minyak global tidak akan terjadi secara instan meski kesepakatan damai AS dan Iran tercapai. Hambatan teknis seperti pembersihan ranjau laut di Selat Hormuz, pengaktifan kembali ladang minyak, hingga perbaikan infrastruktur akibat hantaman drone memerlukan waktu berbulan-bulan.

Kepala riset minyak dan gas di lembaga konsultan industri Enverus memberikan pandangan mengenai sentimen yang saat ini menggerakkan harga pasar energi global tersebut.

"Kami meyakini harga minyak masih perlu berada di level tiga digit secara kokoh untuk mencerminkan kondisi cadangan persediaan yang sudah terkuras habis," ujar Al Salazar, kepala riset minyak dan gas di lembaga konsultan industri Enverus.

Pada perdagangan pukul 06.40 waktu Singapura, WTI untuk pengiriman Juli tercatat relatif tidak berubah di level US$91,31 per barel. Sementara itu, Brent untuk pengiriman Agustus telah ditutup menguat 1,2 persen menjadi US$94,25 per barel pada hari Senin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author