OpenAI Ajukan Permohonan IPO Tertutup untuk Danai Infrastruktur AI

Share

OpenAI resmi mengajukan permohonan penawaran umum perdana atau IPO secara tertutup kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Senin waktu setempat, guna menggalang dana bagi rencana pertumbuhan infrastruktur kecerdasan buatan perusahaan.

Langkah strategis pengembang ChatGPT tersebut dilakukan di tengah persaingan ketat pasar teknologi AI, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam pelaksanaan aksi korporasi ini, OpenAI menggandeng lembaga keuangan Goldman Sachs Group Inc. dan Morgan Stanley, dengan target pencatatan saham yang diupayakan terealisasi pada musim gugur mendatang.

Pihak manajemen menyatakan bahwa pembahasan mengenai detail dan linimasa penawaran saham perdana tersebut masih dinamis serta berpotensi mengalami penyesuaian lebih lanjut.

"Kami belum memutuskan waktu pelaksanaannya; mungkin masih butuh waktu karena ada hal-hal yang ingin kami lakukan yang kemungkinan lebih mudah dilakukan sebagai perusahaan swasta," kata OpenAI.

Perusahaan menambahkan bahwa pertimbangan untuk melangkah ke pasar modal merupakan proses yang berjalan secara mendalam bagi internal organisasi.

"Namun, ini merupakan serangkaian pertimbangan yang kompleks dan hal ini memberi kami opsi untuk go public lebih awal jika itu ternyata menjadi pilihan terbaik," kata OpenAI.

Sebelum melepas saham ke publik, OpenAI dilaporkan berencana memfasilitasi penjualan tender saham dalam beberapa pekan ke depan demi menyediakan likuiditas bagi para karyawannya.

Langkah penawaran perdana ini menempatkan OpenAI dalam persaingan modal langsung dengan kompetitor utamanya, Anthropic PBC, yang pekan lalu juga telah mengajukan permohonan IPO tertutup setelah valuasinya melonjak hingga US$965 miliar.

Selain persaingan dengan Anthropic, momentum penutupan tahun ini memicu rivalitas baru antara Sam Altman dan Elon Musk, mengingat SpaceX milik Musk ditargetkan melakukan IPO dengan proyeksi nilai valuasi mencapai US$1,8 triliun.

Sejauh ini OpenAI telah mengumpulkan pendanaan sebesar US$122 miliar dari investor dengan nilai valuasi perusahaan yang menyentuh angka US$852 miliar.

Akumulasi modal besar dari para investor tersebut direncanakan untuk menopang target investasi infrastruktur komputasi dan pusat data sistem AI canggih senilai US$600 miliar hingga tahun 2030.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author