Ruben Onsu Klarifikasi Masalah Hak Asuh Anak dan Nafkah

Share

Presenter Ruben Onsu memberikan klarifikasi terbuka mengenai perkembangan hubungan dan pemenuhan hak asuh anak pasca-perceraian dengan mantan istrinya, Sarwendah. Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Ruben dalam acara televisi Brownis pada Senin (8/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

Persoalan pembagian waktu bersama anak menjadi fokus utama yang ditekankan oleh Ruben guna meluruskan opini publik. Berdasarkan putusan pengadilan yang telah ditetapkan, ia memperoleh hak untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya selama tiga hari dalam seminggu.

"Untuk hal yang terjadi apa yang jadi men-trigger, secara detail gue kurang paham. Saat itu lagi ditanya tentang anak, kan lu mau ngomong, 'Oh iya baik-baik aja', ya memang baik. 'Kapan ketemu anak?' Ya belum. Akhirnya itu yang jadi gorengan, cuma gue jawab sejujur-jujurnya," kata Ruben Onsu.

Pertemuan dengan sang buah hati diakui Ruben menjadi sensitif bagi perasaannya di tengah situasi transisi ini. Guna menjaga kondisi psikologisnya, ia bahkan membatasi kunjungan ke pusat perbelanjaan agar tidak teringat momen kebersamaan dengan anak-anak.

"Gue sudah menghindari namanya mall, supaya nggak ke-trigger mata gue liat anak kecil. Kita terbiasa dengan anak-anak pasti kegesek hatinya. Melihatnya juga cuma ya ini yang lagi gue rasain. Gue ngomong sejujur-jujurnya," tegasnya.

Mengenai pola komunikasi harian, Ruben menjelaskan bahwa kedua putrinya kini telah memegang fasilitas telepon seluler masing-masing. Kendati demikian, ia memahami bahwa akses komunikasi tersebut tidak dapat terjalin setiap waktu karena aktivitas anak-anaknya.

"Keputusan pengadilan 4-3, 3 hari di aku. Sudah komunikasi sudah. Sebenarnya pihak kita itu yang menjawab, ini buktinya, ini buktinya. Kalau itu jadi kekesalannya, kan lu tanya apa buktinya? Ini buktinya," kata Ruben Onsu.

Selain masalah hak asuh, Ruben juga menanggapi isu penghentian uang nafkah sebesar Rp200 juta yang santer dikabarkan mandek sejak enam bulan lalu. Pengiriman dana tersebut diakui menggunakan sistem pengembalian dana atau reimburse.

"(Ada yang bilang) makanya kasih nafkah! Oh iya benar, gue nggak bilang nggak. Kenapa? Ada alasannya," tegas Ruben.

Pengecekan rincian pengeluaran dinilai Ruben sebagai haknya sebagai seorang ayah yang membiayai kebutuhan hidup anak-anaknya. Ia menyayangkan apabila proses konfirmasi rincian dana tersebut kerap memicu kesalahpahaman.

"Tapi gue berhak untuk tanya, 'Ini apa? Ada ini segini, mana rinciannya?' Kita kerja sama dari sisi situnya. Tidak setiap abis tanya sesuatu, ribut. Giliaran gue kepancing langsung dibilang gue pemarah, emosional, tapi kok lama-lama gue lihat, 'Dulu lo ayah gue, sekarang nggak'," tuturnya.

Ruben membantah tudingan yang menyebut dirinya merasa cemburu terhadap kehidupan baru Sarwendah saat ini. Pembahasan yang ia kemukakan murni merupakan bentuk perjuangan demi pemenuhan haknya sebagai orang tua.

"Kalau memang mau ini bisa selesai, cuma satu doang pertanyaannya itu doang, soal anak," tegasnya.

"Jadi menurut gue, udah-udah ini anak gue, itu darah daging gue, guenya masih hdiup. Lo yang sibuk baper-baperan its oke, jangan bilang gue cemburu, gue dipoinnya cuma anak. Ketika lu punya lempar lagi, gue punya hak menjawab. Mau suka atau tidak, percaya atau tidak, gue nggak cari itu. Ketika gue nggak bisa jelaskan langsung, ucapan ini jadi bukti untuk anak gue, ada perjuangan ayahnya ke mereka, ada perjuangan ayahnya ke anak buat bilang rindu," jelas Ruben.

Dugaan adanya pengaruh buruk dari pihak ketiga juga dilontarkan oleh pembawa acara berusia 42 tahun ini. Ruben meyakini mantan istrinya mendapatkan masukan negatif dari pihak lain sehingga memicu keretakan hubungan komunikasi.

"Saya tahu banget ibunya anak-anak kalau nggak ada yang ngomporin, nggak akan gitu. Kita 11 tahun masing-masing hidup ada kebaikan ada buruknya. Kebaikan yang lo kasih dilupakan. Kalau satu butir aja beras yang gue cari lo nggak ingat ya udah. Gue nggak pernah merasa diri gue benar, yang gue bahas adalah seorang ayah yang mau ketemu anaknya," ungkap Ruben Onsu.

Perjalanan hidup yang berproses menjadi landasan bagi Ruben untuk terus melangkah maju tanpa memedulikan penilaian miring dari publik. Ia mengutarakan rasa bangganya atas segala fase kehidupan yang berhasil dilewatinya hingga saat ini.

"Lo mau ngomong apa? Ngondek? Apa? Ya begini cara gue. Kita mau hidup lebih baik ke depan, maju lagi, nggak ada orang yang lahir langsung jadi orang pintar, itu berproses. Saya bangga sama apa yang sudah saya lewati, saya juga lahir nggak dari orang kaya, tapi semua serba cukup, makan serba cukup, di posisi gini saya cuma lihat, apa ya ini yang gue bawa," tuturnya.

Saat ini, Ruben tinggal bersama putra angkatnya, Betrand Peto, yang kini telah menginjak usia 21 tahun. Ruben menganggap keputusan sang putra untuk tinggal bersamanya merupakan sebuah jalan takdir yang ia syukuri.

"Aku cuma bilang tetap jadi anak baik. Kapanpun itu Onyo akan jadi laki-laki kuat dan lebih hebat lagi. Apa pun itu Koko harus selalu jagain Thalia, Thania karena mereka masih belum mengerti," ucap Ruben.

Ruben juga mengapresiasi kepekaan emosional dan perhatian besar yang ditunjukkan oleh Betrand Peto di tengah situasi sulit yang dihadapi keluarga. Ia berkomitmen untuk terus memantau dan mengingatkan sang putra demi masa depannya.

"Di sini ayah cuma bilang, tanpa ayah minta, tanpa ayah ngobrol, Koko tahu ketika ayah lagi hancur, koko pasti datang ke kamar, koko tanya, dan terima kasih juga untuk semua cinta dan perhatian Koko yang begitu luar biasa. Mungkin Koko juga sudah besar, jadi ayah nggak bisa banyak larang, ayah hanya sampai digaris mengingatkan," sambungnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author