Israel dan Iran Sepakat Hentikan Serangan Pasca-Gencatan Senjata

Share

Saling serang antara militer Israel dan Iran kini dilaporkan telah berhenti setelah kedua belah pihak terlibat baku tembak pasca-gencatan senjata. Ketegangan di lini depan diklaim mulai terkendali oleh pihak Israel pada Selasa (9/6/2026), dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan status keamanan terkini setelah pasukannya menggempur Teheran. Penghentian operasi militer ini dilakukan menyusul respons dari pihak musuh yang juga menyudahi bombardir mereka.

"Pada saat ini, pertempuran di baris depan tersebut telah terkendali setelah kita menyerang rezim teror di Teheran, mereka berhenti menyerang kita," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Kendati situasi mereda, Netanyahu memberikan peringatan keras kepada pemerintah Iran agar tidak melakukan kecerobohan. Pemimpin Israel tersebut mengancam bakal meluncurkan aksi balasan yang jauh lebih besar apabila wilayahnya kembali digempur.

"Jika Iran melakukan kesalahan dengan kembali meluncurkan serangan terhadap kita, kita akan membalas dengan kekuatan penuh," ujarnya.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan posisi negaranya yang tetap membuka jalur diplomasi. Iran menghentikan gempuran ke wilayah Israel setelah terjadinya kontak senjata pertama sejak kesepakatan gencatan senjata pada April lalu.

"Diplomasi dan pertahanan adalah dua sayap kekuatan nasional. Kami tidak meninggalkan medan perang maupun meja perundingan," kata Pezeshkian.

Pezeshkian juga menegaskan kesiapan negaranya dalam menghadapi tekanan dari luar. Pihak Iran mengklaim tidak akan gentar terhadap segala bentuk intimidasi yang diarahkan kepada mereka.

"Teheran tidak akan mundur dalam menghadapi ancaman apa pun," imbuhnya.

Kondisi ini diperkuat oleh pengumuman resmi dari Komando pimpinan militer Iran, Khatam al-Anbiya, terkait penghentian operasi tempur. Meski begitu, militer Iran tetap bersiap meluncurkan serangan balasan jika tindakan agresi dari Israel kembali berlanjut, termasuk di wilayah Lebanon Selatan.

"Namun, ditekankan bahwa jika tindakan agresi dan permusuhan terus berlanjut, termasuk di Lebanon Selatan, langkah-langkah yang jauh lebih keras dan menghancurkan daripada sebelumnya akan menyusul," kata dia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author