Jensen Huang Perkuat Kemitraan Teknologi dan Robotik di Korea Selatan
CEO Nvidia Jensen Huang melakukan kunjungan bisnis ke Korea Selatan pada awal Juni 2026 untuk memperkuat kolaborasi strategis di bidang kecerdasan buatan (AI) dan teknologi robotik bersama para pemimpin perusahaan teknologi lokal.
Kunjungan kedua dalam tujuh bulan terakhir ini menyasar sejumlah raksasa industri seperti Samsung Electronics, SK Hynix, Hyundai Motor, LG, dan Naver guna membahas optimalisasi pasokan chip memori generasi terbaru.
Setibanya di Bandara Internasional Gimpo setelah penerbangan dari Taiwan, Huang menegaskan bahwa perkembangan AI dan robotik akan mentransformasi sektor manufaktur secara global, termasuk dalam lini produksi chip semikonduktor.
Langkah ekspansi ini dipertegas dengan dimulainya perekrutan tenaga kerja oleh Nvidia untuk pusat penelitian dan pengembangan (R&D) baru yang sedang dibangun di kota Seoul.
Melalui laporan Reuters, Huang menilai Korea Selatan memegang peran krusial sebagai pusat manufaktur dunia yang membuka peluang besar bagi penerapan teknologi physical AI.
"Korea adalah pusat manufaktur dunia. Karena itu, kami dapat menerapkan teknologi robotika dan physical AI yang kami kembangkan untuk industri di sini," kata Huang.
Ketika menanggapi pertanyaan mengenai potensi kerja sama baru, ia memberikan sinyal positif mengenai ekspansi portofolio bisnis yang dibawa oleh Nvidia untuk pasar lokal.
"Saya membawa banyak bisnis untuk Korea. Saya juga punya beberapa kejutan," ujarnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Huang menghadiri jamuan makan malam santai di sebuah restoran barbekyu di Distrik Mapo, Seoul, bersama Chairman LG Group Koo Kwang-mo, Chairman SK Group Chey Tae-won, dan pendiri Naver Lee Hae-jin.
Pertemuan informal selama dua jam itu membahas pertumbuhan kuat yang sedang dialami oleh para mitra bisnis Nvidia di wilayah tersebut.
"Teman-teman saya di sini memiliki tahun yang sangat baik, tetapi ini baru permulaan," katanya.
Huang menjelaskan bahwa platform AI generasi berikutnya membutuhkan pasokan komponen memori berkapasitas besar di tengah tingginya permintaan pasar global.
"HBM adalah milikku," kata Huang.
Di sela-sela interaksi informal tersebut, ia secara berulang menegaskan ketergantungan industri terhadap teknologi High Bandwidth Memory (HBM).
"Aku suka HBM! Beri aku lebih banyak HBM!" kata Huang.
Pertemuan tersebut berlanjut ke restoran ayam goreng terdekat, di mana pendiri Naver Lee Hae-jin membayar seluruh tagihan menggunakan Naver Pay dan Huang secara spontan menawarkan traktiran kepada pelanggan lain.
"Naver akan mentraktir semua orang di sini!" ujarnya.
Selain membahas kerja sama operasional saat makan malam, Huang mengonfirmasi kesiapan tiga produsen memori utama dunia untuk mendukung platform AI terbarunya, Vera Rubin.
"Ketiga vendor sudah memasuki tahap produksi dan semuanya berlomba mendukung Vera Rubin," ujarnya.
Sebelum agenda makan malam dengan para petinggi korporasi, Huang menyempatkan diri mengunjungi markas tim esports T1 untuk bertemu dengan pemain profesional Lee Sang-hyeok atau Faker.
Didampingi putrinya, Madison Huang, ia bertukar cendera mata berupa jersi tim T1 dan unit kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 5090 Founders Edition.
Di samping aktivitasnya di Korea Selatan, performa bisnis Nvidia juga mendapat sorotan global setelah Huang memberikan proyeksi pertumbuhan bagi Marvell Technology dalam acara Computex Week di Taiwan.
Marvell Technology yang didirikan oleh dua bersaudara asal Indonesia, Sehat Sutardja dan Pantas Sutardja, dinilai memiliki peran vital dalam konektivitas infrastruktur data center global.
"Jika Anda melihat masalah komputasi, dan dibagikan ke beberapa bagian, kemudian didistribusikan ke penjuru data center, hal yang paling penting adalah konektivitas. Ini adalah alasan Matt sukses. Alasan Marvell sangat penting," katanya.
Nvidia telah mengumumkan komitmen investasi senilai US$ 2 miliar di Marvell Technology, yang dijadwalkan akan bergabung ke dalam indeks saham S&P 500 pada 22 Juni 2026.