Manajemen DWP Klarifikasi Dugaan Promosi Gas Tertawa di Bareskrim
Penyidik Bareskrim Mabes Polri memanggil manajemen penyelenggara Djakarta Warehouse Project (DWP) guna memberikan klarifikasi terkait dugaan promosi gas nitrous oxide (N2O) atau gas tertawa merek Whip Pink yang mencatut nama event tersebut pada tahun 2023, Senin (8/6/2026).
Dilansir dari Detikcom, Direktur Ismaya Live David Ferdian mendatangi Bareskrim Polri di Jakarta Selatan pada pukul 15.00 WIB untuk menjawab sekitar 14 pertanyaan dari tim penyidik.
"Kita memberi klarifikasi hari ini untuk mendukung rekan-rekan di penyidik di Mabes Polri juga," kata David Ferdian, Direktur Ismaya Live.
Pihak manajemen menegaskan sama sekali tidak memiliki ikatan kontrak maupun hubungan afiliasi dengan produk tersebut. Penyelenggara juga memastikan akun resmi media sosial DWP tidak pernah memuat konten promosi dari jenama gas tertawa itu.
"Tersangkut promo Whip Pink ya, tahun 2023. Ini kita mengklarifikasi kalau ini tidak terkait dengan DWP. Karena kita tidak berafiliasi ataupun sponsorship atau kerja sama dengan whip pink," kata David Ferdian, Direktur Ismaya Live.
Pencatutan nama DWP diketahui dilakukan melalui unggahan Instagram Whip Pink pada 3 Desember 2023 yang menawarkan promo penjualan tabung gas N2O khusus untuk acara DWP XV di Bali.
"Tidak, tidak sama sekali (mengunggah konten whip pink). Logo yang digunakan pun bukan logo yang sesuai, bukan official. Jadi tidak ada sangkut paut sama sekali," kata David Ferdian, Direktur Ismaya Live.
Pihak Ismaya Live baru mengetahui adanya klaim sepihak tersebut pada akhir Januari 2026 sewaktu pembahasan mengenai produk itu mulai ramai dibicarakan oleh publik di media sosial.
"Begitu kita tahu, kita langsung coba reach ke whip pink untuk take down promo ini karena tidak terkait dengan DWP. Kita sempat kasih surat teguran kepada whip pink untuk take down promo-promonya," kata David Ferdian, Direktur Ismaya Live.
Surat teguran dari manajemen dikirimkan melalui pesan singkat Instagram serta nomor WhatsApp resmi, yang kemudian langsung ditindaklanjuti dengan penghapusan konten oleh pihak terkait.
"Enggak ada. Tidak ada (produk whip pink). Aturan kita masuk ke DWP itu ketat banget ya. Apalagi tabung sebesar itu tidak mungkin masuk ke DWP," kata David Ferdian, Direktur Ismaya Live.
Pemeriksaan ketat di pintu masuk festival musik tersebut selalu dijalankan bersama aparat kepolisian sebagai wujud komitmen nyata dalam menolak peredaran narkotika.
"Kami juga mendukung kegiatan-kegiatan Polri untuk memberantas narkoba lah. Ke depannya pasti (keamanan) diperketat lagi karena kita mempunyai layer yang lumayan ya untuk masuk ke DWP," kata David Ferdian, Direktur Ismaya Live.
Sementara itu, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyatakan bahwa pemanggilan ini merupakan bagian dari penelusuran polisi terhadap materi promosi produk yang beredar bersamaan dengan jalannya festival.
"Hari ini, Senin tanggal 8 Juni 2026 pukul 15.00 WIB, penyidik Subdit III Dittipidnarkoba akan melakukan pemeriksaan terhadap manajemen Djakarta Warehouse Project (DWP). Ini terkait dengan promosi penjualan Whip Pink bersamaan dengan acara DWP tahun 2023," kata Brigjen Eko Hadi Santoso, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri.
Sebelumnya, Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Zulkarnain Harahap mengonfirmasi adanya indikasi penggunaan nama festival musik besar tersebut sebagai instrumen pemasaran komoditas gas komersial itu.
"Nah, whip pink ini juga tahun lalu, beberapa tahun lalu sudah marak. Bahkan menjadi menambah promo di dalam DWP yang dilaksanakan di Bali tahun lalu," kata Kombes Zulkarnain Harahap, Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
Skema pemasaran yang ditemukan di lapangan mencakup penawaran paket khusus dalam kuantitas tertentu guna memperluas jangkauan distribusi produk.
"Kalau beli 5 tabung, dapat free 1 tabung. Sampai sebegitunyalah kondisi sebaran penggunaan Whip Pink ini," kata Kombes Zulkarnain Harahap, Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.