PLN Indonesia Power Jajaki Investasi Energi Bersih di Amerika Latin

Share

Pemerintah Indonesia mulai menjajaki peluang investasi dan kerja sama sektor energi terbarukan di kawasan Amerika Latin dan Karibia melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya serta minihidro, seperti dilansir dari Detik Finance.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam forum 2nd Ambassadors' Dialogue on Enhancing Trade and Investment Cooperation between Indonesia and Latin America and the Caribbean yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta.

Wakil Menter Luar Negeri RI Arief Havas Oegroseno menegaskan bahwa perluasan investasi di sektor energi ini menjadi kelanjutan dari keberhasilan kerja sama yang sebelumnya telah terjalin di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

"Indonesia berkomitmen memperluas jejak investasi di sektor energi ke kawasan Amerika Latin, menyusul keberhasilan kerja sama yang telah berjalan di Timur Tengah dan Afrika. Ini adalah situasi yang saling menguntungkan (win-win situation), di mana Indonesia siap menjadi pintu masuk strategis (staging ground) bagi bisnis Anda untuk menembus pasar Asia, begitu pula sebaliknya," ujar Arief Havas Oegroseno, Wakil Menter Luar Negeri RI.

Dalam kesempatan yang sama, pihak PLN Indonesia Power melihat wilayah Amerika Latin dan Karibia sebagai pasar yang sangat potensial bagi ekspansi bisnis energi bersih global perusahaan.

"PLN Indonesia Power terus memperluas peran dan kontribusinya tidak hanya sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional, tetapi juga sebagai perusahaan energi yang memiliki daya saing global. Kawasan Amerika Latin dan Karibia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih, dan kami siap menghadirkan pengalaman, teknologi, serta kapabilitas yang telah kami bangun di Indonesia untuk menciptakan nilai tambah bersama para mitra internasional. Langkah ini sekaligus mendukung agenda diplomasi ekonomi Indonesia dan percepatan transisi energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan," kata Bernadus Sudarmanta, Direktur Utama PLN Indonesia Power.

Kapasitas pembangkit sebesar 22,1 gigawatt yang saat ini dikelola oleh PLN Indonesia Power menjadi modal utama korporasi dalam mendemonstrasikan kapabilitas operasionalnya di kancah internasional.

"Kehadiran PLN Indonesia Power dalam forum ini merupakan momentum krusial bagi korporasi untuk mendemonstrasikan kapabilitas operasional dan keunggulan strategis kami di sektor energi. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra di kawasan Amerika Latin dan Karibia untuk mengoptimalkan potensi investasi yang saling menguntungkan," kata Julita Indah, Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power.

Secara spesifik, tingginya intensitas radiasi matahari di Amerika Latin membuat perusahaan tertarik menggarap proyek Solar PV skala besar di samping pemanfaatan teknologi turbin untuk minihidro.

"PLN Indonesia Power, melalui anak usaha kami PLN IP Renewables, berkomitmen untuk memperluas jejak energi bersih kami ke kawasan Amerika Latin dan Karibia. Dengan dukungan radiasi matahari yang tinggi di kawasan tersebut, kami sangat tertarik untuk mengeksplorasi proyek Solar PV berskala besar. Selain itu, kami juga melihat peluang besar pada pengembangan Mini Hydro dengan memanfaatkan keunggulan teknologi turbin andal yang kami miliki. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya untuk studi kelayakan bersama, kemitraan operasional, hingga skema pendanaan strategis," kata Julita Indah, Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power.

Rencana penjajakan kerja sama operasional dan pendanaan ini diproyeksikan berjalan melalui anak usaha perusahaan, yakni PLN IP Renewables.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author