Djurgardens IF Tumbangkan IK Sirius Lewat Gol Tunggal di Allsvenskan

Share

Klub sepak bola Djurgardens IF berhasil mengalahkan pemuncak klasemen sementara IK Sirius dengan skor tipis 1-0 dalam laga lanjutan kompetisi tertinggi sepak bola Swedia, Allsvenskan, pada Senin, 18 Mei 2026 malam waktu setempat.

Kekalahan di Stadion 3Arena ini menjadi hasil minor pertama bagi tim asuhan Andreas Engelmark setelah melewati tujuh pekan awal tanpa kekalahan, seperti dilansir dari laporan media penyiaran Swedia, svt.se.

Sebelum laga ini digelar, IK Sirius memimpin klasemen Allsvenskan dengan keunggulan lima poin berkat catatan impresif berupa enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Skuad berjuluk Blåsvart tersebut juga memegang rekor tidak terkalahkan dalam 17 pertandingan resmi berikutnya di waktu normal setelah kekalahan besar 2-2 pada September tahun lalu di stadion yang sama.

Namun, kegagalan mencuri poin di kandang Djurgardens IF membuat catatan apik tersebut terhenti, sekaligus membuat IK Sirius dan BK Häcken batal menyamai rekor historis milik AIK dan Hammarby pada musim 2018 untuk melewati delapan pekan awal kompetisi tanpa tersentuh kekalahan.

IK Sirius sendiri bertanding dalam kondisi pincang karena tidak diperkuat oleh kapten tim Henrik Rönnlöf Castegren yang harus absen dari lini pertahanan akibat hukuman larangan bertanding.

Sebaliknya, hasil ini memperpanjang catatan positif Djurgardens IF yang selalu menang dalam tiga laga terakhir mereka, termasuk kemenangan dalam laga derbi melawan AIK sebelumnya.

Tuan rumah juga mempertajam rekor historis dengan memenangi 13 dari 16 pertemuan terakhir kedua tim di Allsvenskan, di mana sebelum pertandingan ini mereka juga berpeluang melesat ke posisi ketiga klasemen jika memenangkan laga kandang.

Kesiapan mental skuad tuan rumah sebelumnya sudah ditegaskan oleh bek kiri Djurgardens IF, Max Larsson, yang menyatakan bahwa status lawan tidak akan mengubah rencana permainan timnya yang tetap mengincar poin penuh.

"Vi är inne i ett bra flow, så vi ska fortsätta på det. Vi är inte rädda för något lag," ujar Max Larsson, Bek Kiri Djurgardens IF.

Pemain berusia 22 tahun yang baru bergabung dari Vasteras SK musim ini menambahkan bahwa strategi untuk memegang kendali permainan akan diterapkan secara konsisten demi menjaga momentum positif yang tengah berjalan.

"Vi kommer gå in med samma inställning, att vi vill vara det bollförande laget och vi har otroligt skickliga svarare. Vi går för vinst såklart och fortsätta på det här spåret vi är på." kata Max Larsson, Bek Kiri Djurgardens IF.

Kendati demikian, Larsson mengakui bahwa jalannya pertandingan sulit diprediksi karena faktor duel antarpemain dan interupsi laga dapat memengaruhi situasi seperti saat menghadapi Malmo FF sebelumnya.

"Sedan kan man inte förutspå hur en match kommer att bli. Det kan bli mycket dueller och avbrott som påverkar," kata Max Larsson, Bek Kiri Djurgardens IF.

Larsson menilai situasi tak terduga tersebut sempat terjadi di fase akhir pertandingan melawan Malmo, namun timnya tetap mematok target tertinggi sejak awal laga.

"Det blev ju så lite mot Malmö i slutet, man vet ju aldrig hur en match kommer att bli men vi går in med inställningen att vi vill vara bollförande och skapa chanser på vårt sätt att spelar," kata Max Larsson, Bek Kiri Djurgardens IF.

Pernyataan pemain muda tersebut sekaligus menegaskan kesiapan mental rekan-rekannya sejak sebelum pertandingan dimulai di kompetisi Allsvenskan.

"Vi är inne i ett bra flow, så vi ska fortsätta …" ujar Max Larsson, Bek kiri Djurgardens IF.

Selain laga di markas Djurgardens, kompetisi Allsvenskan pada hari yang sama juga mementaskan pertandingan derbi Gothenburg antara Örgryte melawan IFK Göteborg.

Selesai pertandingan ini, program Fotbollsstudion di saluran SVT Play dan SVT1 dijadewalkan membahas tuntas seluruh hasil pertandingan pekan Allsvenskan ini bersama para pakar sepak bola mulai pukul 21.10 waktu setempat, dengan menghadirkan kepala perwasitan Stefan Johannesson untuk menjawab pertanyaan publik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author