Pria WNI Tusuk Sesama Pekerja Migran Indonesia hingga Tewas di Jepang
Seorang pekerja migran wanita asal Indonesia bernama Sri Rahayu (21) meninggal dunia setelah diserang dengan pisau oleh sesama warga negara Indonesia berinisial MA di Kota Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang, pada Kamis (4/6) malam sekitar pukul 21.10 waktu setempat, seperti dilansir dari Detik Travel.
Insiden berdarah di area trotoar jalan tersebut juga mengakibatkan seorang personel kepolisian setempat dan satu orang pria WNI lainnya mengalami luka-luka akibat mencoba menghentikan serta mengamankan pelaku di lokasi kejadian.
Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo segera mengambil tindakan koordinasi menyusul terjadinya peristiwa kriminal yang menimpa pekerja di sektor peternakan tersebut.
"Saudari SR adalah seorang PMI di Jepang di sektor peternakan di Chitose, Prefektur Hokkaido," demikian tulis KBRI Tokyo dalam keterangan resminya, Minggu (7/6).
Otoritas diplomatik Indonesia menegaskan bahwa penusukan yang merenggut nyawa korban terjadi di wilayah hukum Prefektur Hokkaido dan melibatkan pelaku yang juga memegang paspor Indonesia.
"Pada tanggal 4 Juni 2026, telah terjadi peristiwa penusukan seorang WNI dengan inisial SR, yang dilakukan oleh seorang WNI lainnya dengan inisial MA di kota Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang," katanya.
Petugas medis sempat mengupayakan pertolongan darurat, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat parahnya luka tusukan yang diderita.
"Korban penusukan (SR) sempat dibawa ke RS namun kemudian dinyatakan meninggal dunia," katanya.
KBRI Tokyo juga mengonfirmasi adanya korban luka dari pihak aparat keamanan Jepang serta rekan korban yang berada di tempat kejadian perkara saat serangan berlangsung.
"Dalam peristiwa ini juga dilaporkan seorang polisi Jepang dan seorang WNI lainnya mengalami luka," katanya.
Aparat penegak hukum di Chitose bertindak cepat dengan langsung meringkus pelaku di lokasi dan menempatkannya di dalam sel tahanan.
"Saat ini telah dilakukan penangkapan dan penahanan pelaku oleh polisi Chitose," imbuhnya.
Berdasarkan laporan media lokal The Japan News dan The Asahi Shimbun, Sri Rahayu yang menetap di distrik Fuji 3-chome ditemukan tergeletak dengan beberapa luka tusuk di bagian perut pada jarak sekitar 2 kilometer dari Stasiun JR Chitose. Penyelidikan awal menunjukkan pelaku dan korban saling mengenal, sementara polisi masih mendalami motif penyerangan.