Pengiriman Smartphone Indonesia Turun Sembilan Persen pada Kuartal I 2026
Pasar smartphone Indonesia mengalami penurunan pengiriman sebesar 9 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal pertama 2026 akibat tekanan harga perangkat dan kehati-hatian konsumen dalam memperbarui ponsel mereka. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan biaya komponen global serta pelemahan daya beli masyarakat domestik.
Kondisi pasar gawai di tanah air tersebut tercatat dalam laporan terbaru Counterpoint Research, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz pada Kamis (21/5/2026). Meskipun terjadi penyusutan secara total, dinamika persaingan di antara lima vendor besar tetap memperlihatkan pergeseran strategi yang bervariasi.
“Walau ekonomi Indonesia mencapai angka tertinggi dalam 14 kuartal, didorong pengeluaran pemerintah dan pergeseran musim perayaan kuartal pertama yang meningkatkan konsumsi domestik, pasar smartphone menurun,” kata Analis Senior Shilpi Jain.
Pihak Counterpoint Research menambahkan bahwa kenaikan harga perangkat di pasar domestik masih berpotensi terus berlanjut ke depan. Faktor rantai pasok global dinilai menjadi penentu utama pergerakan harga gawai tersebut.
“Harga ponsel pintar di Indonesia diperkirakan akan meningkat lebih lanjut karena biaya komponen yang terus meningkat. Pengiriman kemungkinan akan menurun hingga paruh kedua tahun ini karena konsumen diperkirakan akan menunda pembelian mereka.” kata Shilpi Jain.
Meskipun data pengirimannya anjlok hingga 24 persen yoy, OPPO berhasil mempertahankan posisi puncak di pasar Indonesia melalui perluasan portofolio kelas menengah seperti seri A. Di posisi kedua, Xiaomi meraih pangsa pasar 21 persen dengan penurunan pengiriman 4 persen yoy akibat ketatnya persaingan di kelas menengah.
Sementara itu, Samsung Electronics menjadi satu-satunya vendor di lima besar yang membukukan pertumbuhan positif dengan kenaikan pengiriman sebesar 8 persen yoy. Kinerja positif ini ditopang oleh loyalitas merek dan performa seri premium Galaxy S26 yang melampaui capaian seri Galaxy S25 sebelumnya.
Di sisi lain, vivo dan Infinix sama-sama mencatat kemerosotan pengiriman masing-masing sebesar 31 persen dan 30 persen yoy karena lesunya segmen harga di bawah US$150. Sebaliknya, kategori perangkat lainnya melesat hingga menguasai pangsa pasar 16 persen, yang didorong oleh pulihnya penjualan iPhone dari Apple pasca pencabutan larangan edar pada April 2025.