KAI Kucurkan PMN Rp 744 Miliar untuk Pengadaan KRL Jabodetabek

Share

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengalokasikan dana Penyertaan Modal Negara sebesar Rp 744,46 miliar kepada PT INKA untuk pengadaan sarana KRL Jabodetabek dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Senin (8/6/2026).

Langkah ini dilakukan untuk meremajakan armada yang mayoritas sudah berusia di atas tiga dekade sekaligus mengantisipasi lonjakan penumpang, seperti dilansir dari Detik Finance. Total proyek pengadaan sarana kereta ini mencapai Rp 9,18 triliun.

Realisasi penggunaan dana tersebut dipaparkan langsung oleh pihak manajemen di hadapan parlemen. Alokasi ini berasal dari total anggaran negara yang diterima perusahaan dalam dua tahun anggaran terakhir.

"Kami menerima ini di 31 Desember 2025 senilai Rp 1,8 triliun dan kami telah meneruskan ke PT KCI tertanggal 20 Mei 2026, di mana telah ter-spending yaitu Rp 744,46 miIiar itu kepada PT INKA," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Penyaluran sisa anggaran pengerjaan kereta dalam negeri ini akan disesuaikan dengan tahapan perkembangan produksi di pabrik. KAI memproyeksikan seluruh rangkaian kereta baru tersebut selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Sehingga sisa saldo yang ada untuk PMN 2025 ini senilai Rp 1,055 triliun yang proyeksinya akan kita spending sesuai dengan progress dari penyelesaian 9 trainset yang sudah ada di PT INKA sesuai dengan recovery schedule-nya yaitu diharapkan penyelesaiannya itu di bulan September tahun 2026," tutur Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Struktur pendanaan untuk keseluruhan proyek ini tidak hanya mengandalkan bantuan modal dari pemerintah. Manajemen mengombinasikan tiga sumber pendanaan yang berbeda untuk memenuhi total pagu anggaran sebesar Rp 9,18 triliun.

"Proyek pengadaan sarana KRL Jabodetabek ini, total nilai proyek itu Rp 9,18 triliun, di mana terdiri, pembiayannya terdiri dari dukungan pemerintah melalui PMN Rp 5,3 triliun 58%, kemudian pengadaan dengan kas internal PT KCI sekitar Rp 0,19 triliun dan kredit sindikasi pinjaman perbankan sebanyak Rp 3,69 triliun," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Rencana pengadaan armada ini terbagi ke dalam beberapa tahapan pengerjaan yang melibatkan mitra domestik dan luar negeri. Kontrak pengerjaan dengan produsen dalam negeri juga telah diamandemen pada akhir tahun lalu.

"Rp 9,18 triliun ini itu ada 5 step, 5 stagingnya, satu adalah pengadaan KRL baru sebanyak 16 trainset, ini dengan PT INKA senilai Rp 3,8 triliun, kita telah melakukan adendum terhadap kontraknya di Desember 2025. Kemudian ada 2 pengadaan dengan CRRC Tiongkok, itu senilai Rp 0,83 triliun plus dengan Rp 2,2 triliun 11 trainset," kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Sebelumnya, KAI mencatat bahwa dana PMN tahun anggaran 2024 sebesar Rp 2 triliun telah diterima pada 5 Januari 2025. Seluruh dana tersebut kini telah terserap sepenuhnya 100 persen untuk proyek pengadaan armada komuter melalui PT Kereta Commuter Indonesia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author