Bank Indonesia Catat Pertumbuhan Uang Primer Mei Capai 14,2 Persen
Bank Indonesia melaporkan jumlah uang primer atau M0 adjusted per akhir Mei 2026 mencapai Rp 2.214,6 triliun pada Senin (8/6/2026). Data tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan positif sebesar 14,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Lonjakan yang terjadi pada bulan Mei tersebut melanjutkan tren kenaikan yang terjadi pada bulan April sebesar 14,3 persen secara year-on-year (yoy). Informasi mengenai perkembangan pasokan uang ini dilansir dari Bloomberg Technoz.
Faktor yang memengaruhi perkembangan M0 ini meliputi pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 17,4 persen (yoy). Selain itu, pertumbuhan ini juga didorong oleh uang kartal yang diedarkan sebesar 15,8 persen (yoy).
Penetapan pertumbuhan M0 adjusted ini juga telah mempertimbangkan dampak dari pemberian insentif likuiditas atau pengendalian moneter adjusted. Kebijakan perhitungan ini dilakukan untuk menyajikan visualisasi data yang lebih akurat mengenai kondisi keuangan negara.
"Uang Primer (M0) adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas. Mulai Januari 2025, Bank Indonesia melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas yang dilakukan oleh Bank Indonesia," terang laporan BI.