Tiga Perusahaan Batal IPO Akibat Revisi Dokumen Keuangan

Share

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tiga kandidat perusahaan initial public offering (IPO) mundur dari perencanaan tahun ini pada Senin (8/6/2026). Otoritas bursa kini mempersiapkan 12 perusahaan untuk melantai, berkurang dari rencana awal sebanyak 15 perusahaan akibat revisi laporan keuangan dan kelengkapan dokumen.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menerangkan bahwa sebagian kandidat masih mengurus administrasi, sementara beberapa lainnya dicoret karena belum mendapat persetujuan melantai tahun ini.

"Ada yang revisi laporan keuangan menggunakan laporan keuangan terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen," kata Nyoman kepada awak media, Senin (8/6/2026).

Pihak otoritas bursa menyatakan terus mendorong calon emiten dan penjamin emisi untuk mempercepat penyerahan berkas agar proses pencatatan tidak terlambat di tengah gejolak pasar saham.

"Ada yang belum disetujui," kata dia.

BEI kini menargetkan 8 perusahaan skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar, sementara sisanya merupakan perusahaan aset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

"Itu harapan kita untuk speed up prosesnya. So far masih on track," ujar Nyoman.

Pengurangan pipeline ini terjadi di tengah lesunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup pada posisi 5.594 pada Jumat (5/6/2026), melemah 4,2% dari hari sebelumnya dan merosot 35,3% sejak awal tahun.

Kondisi sepinya aktivitas IPO pada kuartal I-2026 ini sebelumnya juga mendapatkan perhatian dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Mungkin dalam periode first quarter ini ketidakpastian tinggi, sehinga ini masih dalam pipeline," kata Airlangga saat membuka Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Airlangga menegaskan bahwa pelaksanaan IPO bagi perusahaan swasta sangat krusial demi mendorong pertumbuhan indeks saham ke depan, sehingga ia meminta OJK dan BEI segera mengeksekusi rencana tersebut.

BEI tercatat baru berhasil mencatatkan satu perusahaan pada 10 April 2026 yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang menghimpun dana sekitar Rp302,4 miliar, sangat kontras dengan kuartal I-2025 yang berhasil menjaring 11 perusahaan baru.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author