Shai Gilgeous-Alexander Raih Penghargaan MVP NBA Dua Musim Beruntun
Bintang Oklahoma City Thunder Shai Gilgeous-Alexander resmi memenangi penghargaan Most Valuable Player atau MVP NBA untuk musim kedua beruntun pada Minggu, 17 Mei 2026.
Pencapaian tersebut menempatkan pebasket berusia 27 tahun itu ke dalam kelompok elit sebagai salah satu dari 14 pemain dalam sejarah NBA yang mampu menyabet penghargaan MVP secara berturut-turut.
Dalam konferensi pers yang dihadiri manajemen tim, pelatih Mark Daigneault, serta keluarga dan rekan setimnya, Gilgeous-Alexander memberikan hadiah jas hujan Burberry dan jam tangan Audemars Piguet senilai 40 ribu dolar AS per orang kepada rekan-rekan setimnya.
"The inner circle is something people forget about," kata Shai Gilgeous-Alexander, bintang Oklahoma City Thunder.
Pebasket asal Kanada itu menambahkan bahwa apresiasi sering kali hanya tertuju padanya, padahal rekan-rekannya yang membuat segalanya menjadi lebih mudah.
"There’s a reason why you have success when you come through this program in this facility and this city," ujar Shai Gilgeous-Alexander, bintang Oklahoma City Thunder.
Ia mengapresiasi dukungan dari para penggemar, kepemilikan klub, manajemen, hingga jajaran pelatih yang dinilainya telah membangun kultur organisasi yang melahirkan kesuksesan.
"I’m not really after the success," ucap Shai Gilgeous-Alexander, bintang Oklahoma City Thunder.
Gilgeous-Alexander menegaskan komitmennya untuk memberikan segalanya demi menghormati pengorbanan orang-orang terdekatnya, alih-alih mengejar statistik kosmetik di media sosial.
"But none of the accolades and the points and all this stuff that’s cool on social media, none of that is what I’m after. I’m just after making sure that while I’m doing this thing, I give it my all and I’m not wasting nobody’s time." kata Shai Gilgeous-Alexander, bintang Oklahoma City Thunder.
Pemain bernomor punggung 2 tersebut juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kontribusi teknis seluruh pemain di lapangan yang membantunya meraih penghargaan individual ini.
"Thank you guys so much," tutur Shai Gilgeous-Alexander, bintang Oklahoma City Thunder.
Ia menekankan bahwa bola basket merupakan olahraga tim dan dirinya tidak akan masuk dalam diskusi MVP apabila timnya hanya memenangi 10 pertandingan.
"There are so many people in my life who sacrificed for me to just play this game I love," ujar Shai Gilgeous-Alexander, bintang Oklahoma City Thunder.
Sebelum menutup pernyataannya, ia memberikan pesan serius agar timnya segera mengalihkan fokus kembali ke lapangan pertandingan.
" We have a lot more work to do, " kata Shai Gilgeous-Alexander, bintang Oklahoma City Thunder.
Mantan pemain NBA asal Kanada, Steve Nash, turut hadir membantu menyerahkan trofi tersebut dalam kapasitasnya bersama Prime Video.
" So after tonight, get back to work ." ucap Shai Gilgeous-Alexander, bintang Oklahoma City Thunder.
Kemenangan Gilgeous-Alexander memperpanjang dominasi pemain internasional yang memenangi MVP NBA selama delapan musim berturut-turut sejak 2019, sekaligus memperpanjang paceklik pemain kelahiran Amerika Serikat.
Tiga finalis teratas MVP musim ini seluruhnya diisi pemain internasional, yakni Gilgeous-Alexander (Kanada), Victor Wembanyama (Prancis), dan Nikola Jokic (Serbia).
Sementara itu, performa impresif rekan setimnya, Chet Holmgren, turut mendapat sorotan positif dari jajaran kepelatihan Oklahoma City Thunder sepanjang fase playoff.
" It just seems like he’s around the basket more ," kata Mark Daigneault, kepala pelatih Oklahoma City Thunder.
Daigneault memuji fleksibilitas pertahanan serta ketajaman pengambilan keputusan Holmgren yang membuka banyak opsi strategi bagi tim.
" He’s finding more cracks, we’re finding him more … His decisiveness on the perimeter over time has smoothed. His shot-drive reads. His ability to move (the ball) quickly. And then we’ve talked about this a lot, but his versatility defensively. His ability to be impactful at the five, at the rim and also on the perimeter has unlocked a lot of options for us. The list is long, but it should be for a guy that’s as impactful as he is ." ujar Mark Daigneault, kepala pelatih Oklahoma City Thunder.
Di sisi lain, bocornya informasi pemenang MVP sebelum pengumuman resmi memicu kritik keras dari pemain veteran Golden State Warriors, Draymond Green.
"Like, it makes our league look like we have no …" ucap Draymond Green, pemain Golden State Warriors.
Green menyatakan kekecewaannya melalui siniar pribadinya dan mendesak Komisioner NBA Adam Silver untuk mengambil tindakan tegas.
"NBA Courtside: Draymond Green says it’s embarrassing for Shams Charania leaking the MVP winner: “Like, it makes our league look like we have no organization. It makes our league look like it just makes it look that’s child’s play. Like we can’t hold the winner of the most prestigious individual award in the NBA. We can’t hold those results until like it’s actually time to be announced. That was a little disappointing. Like there’s no way that can happen. Like if they’re supposed to be an announcement on Amazon Prime, like the announcement has to happen on Amazon Prime. Like this is something commissioner Silver has to do something about. Like this can’t happen.” (Via @DraymondShow) x.com" kata Draymond Green, pemain Golden State Warriors.
Oklahoma City Thunder dijadwalkan akan menjamu San Antonio Spurs pada Senin waktu setempat untuk melakoni Game 1 babak Final Wilayah Barat.