Polri Pastikan Seleksi Calon Taruna Akpol 2026 Bebas Praktik KKN
Kepolisian Republik Indonesia memastikan proses rekrutmen calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026 berjalan secara profesional tanpa ada keistimewaan bagi peserta, seperti dilansir dari Detikcom pada Senin (8/6/2026).
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Anwar, menegaskan bahwa seleksi tersebut mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis untuk memberikan peluang yang setara.
"Yang selalu saya sampaikan dan saya ulangi kembali, bahwa rekrutmen ini menggunakan prinsip BETAH, yaitu bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama," kata Irjen Anwar melalui keterangannya, Senin (8/6/2026).
Proses pemeriksaan kesehatan tahap II yang berlangsung pada 5-6 Juni 2026 menjadi kelanjutan dari tahapan seleksi yang menggunakan sistem gugur secara ketat ini.
Tercatat sebanyak 513 peserta yang melaju ke tahapan tersebut, dengan rincian 468 orang pria dan 45 orang wanita.
Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa tidak ada jalur khusus atau perlakuan istimewa yang diberikan dalam penerimaan tahun ini.
"Tidak ada yang namanya kuota khusus, jalur prestasi, jalur titipan, perlakuan istimewa ataupun kuota tambahan. Kelima hal tersebut saya sampaikan tidak ada," ujar Irjen Anwar.
Komitmen untuk menjaga proses seleksi agar terbebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme dilakukan melalui pengawasan ketat dari internal maupun lembaga eksternal.
Lembaga pengawas seperti Kompolnas, Ombudsman, hingga LSM dilibatkan untuk memantau jalannya rekrutmen agar sesuai dengan harapan masyarakat.
"Akpol Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur yaitu jalur reguler nasional. Tidak ada jalur lain atau kuota lainnya seperti kuota khusus, kuota Mabes, maupun kuota tambahan lainnya," tegas Irjen Anwar.
Divisi Humas Polri juga diinstruksikan untuk menyebarkan informasi ini secara luas guna mencegah masyarakat menjadi korban penipuan oleh oknum yang menjanjikan jalur belakang.
"Penyampaian informasi tersebut kepada pimpinan dan masyarakat, baik internal maupun eksternal Polri, sehingga pelaksanaan seleksi Akpol Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan sesuai prinsip BETAH dan semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri," pungkas Irjen Anwar.