IHSG Amblas 8,69 Persen ke Level Terendah Sejak November 2020
Indeks Harga Saham Gambungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 8,69% point-to-point pada perdagangan pekan lalu, tepatnya periode 2–5 Juni 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Bloomberg Technoz, indeks kini berada di posisi 5.594,76.
Angka penutupan ini menjadi catatan terendah bagi indeks saham domestik sejak November 2020, atau dalam kurun waktu lebih dari lima tahun terakhir. Tren pelemahan ini dipicu oleh aksi jual bersih atau net sell yang masif oleh investor asing.
Di pasar reguler, pemodal internasional membukukan penjualan bersih mencapai Rp7,38 triliun. Angka yang sama juga tercatat untuk akumulasi net sell investor asing di seluruh pasar sepanjang pekan tersebut.
Gelombang pelepasan saham ini memperbesar total net sell investor asing di pasar reguler sepanjang tahun 2026 yang kini menyentuh Rp72,22 triliun. Sementara itu, nilai penjualan bersih asing secara year-to-date di seluruh pasar terhitung sebesar Rp61 triliun.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi target tekanan jual terbesar oleh investor asing dengan nilai net sell mencapai Rp2,28 triliun. Akibat aksi lego tersebut, harga saham BBCA merosot 10,96% ke level Rp5.075 per lembar.
Di sisi lain, investor asing terpantau masih melakukan aksi beli bersih atau net buy pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai mencapai Rp266,63 milar. Kendati demikian, harga saham BUMI justru anjlok 17,26% dan bertengger di posisi Rp139 per lembar.
Berikut adalah data sepuluh saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing selama periode perdagangan 2–5 Juni 2026:
| No | Nama Emiten | Nilai Penjualan Bersih (Net Sell) |
|---|---|---|
| 1 | PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) | Rp2,28 triliun |
| 2 | PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) | Rp2 triliun |
| 3 | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) | Rp1,02 triliun |
| 4 | PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) | Rp399,53 miliar |
| 5 | PT Astra International Tbk (ASII) | Rp382,97 miliar |
| 6 | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) | Rp283,12 miliar |
| 7 | PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) | Rp273,14 miliar |
| 8 | PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) | Rp266,36 miliar |
| 9 | PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) | Rp218,02 miliar |
| 10 | PT Barito Pacific Tbk (BRPT) | Rp172,37 miliar |