Pemprov Jatim Raih Penghargaan Penurunan Pengangguran Terbaik I
Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka Regional Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta Marriott Hotel pada Kamis (4/6) malam.
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Keberhasilan program pembangunan ini membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhak mendapatkan dana insentif sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Penurunan angka pengangguran secara konsisten di Jawa Timur tercermin melalui data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur.
Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen, mengalami penurunan dari Februari 2025 yang berada di angka 3,61 persen.
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tingkat pengangguran di wilayah tersebut terus menurun dari angka 5,17 persen pada Februari 2021.
Sektor pendidikan vokasi, khususnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan, menjadi salah satu faktor utama penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur.
Data BPS menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka lulusan SMK menyusut menjadi 5,73 persen pada Februari 2026 dari sebelumnya 5,87 persen pada Februari 2025.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur tercatat telah memberangkatkan 4.920 peserta dari 112 SMK dan Lembaga Kursus dan Pelatihan untuk program magang serta peluang kerja luar negeri pada tahun 2026.
Sebanyak 1.617 peserta di antaranya berhasil lolos seleksi dan telah mengantongi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu di 13 negara tujuan.
Kondisi pasar kerja Jawa Timur juga diperkuat dengan kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja sebesar 0,53 persen poin menjadi 74,78 persen, dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang.
"Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini dan semua elemen, dunia usaha serta dunia industri," ujar Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Khofifah mengaitkan capaian ini dengan keberhasilan pelaksanaan berbagai poin indikator kinerja utama kedinasan melalui program Nawa Bhakti Satya.
"Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri semakin efektif," tutur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Sinergi pembukaan lapangan kerja baru diwujudkan melalui kemitraan dengan lembaga pelatihan, sekolah vokasi, dunia usaha, hingga tingkat perguruan tinggi.
"Upaya membuka kesempatan kerja terus kami lakukan melalui kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi. Bahkan saat ini Jawa Timur telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan 13 negara tujuan, termasuk membuka peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK," ungkap Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur memastikan alokasi dana insentif fiskal dari pemerintah pusat akan diarahkan untuk membiayai program penyerapan tenaga kerja baru.
"Insentif fiskal yang diberikan pemerintah pusat akan kami optimalkan untuk memperkuat program-program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama peningkatan kualitas SDM, pengembangan kewirausahaan, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan ekosistem investasi yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas," tegas Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Peningkatan kualitas pembangunan ketenagakerjaan dinilai krusial mengingat tantangan sektor industri masa depan yang diprediksi kian kompleks.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan ketenagakerjaan. Kolaborasi dan inovasi harus terus diperkuat agar kesempatan kerja semakin terbuka dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat," kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Apresiasi mendalam disampaikan kepada jajaran pemerintah kabupaten, kota, lembaga pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat setempat.
"Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari sinergi besar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang semakin kuat, produktif, dan berdaya saing," pungkas Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.