Sering Mengajak Anak Bicara Mampu Meningkatkan Kemampuan Kognitif
Kebiasaan sederhana dalam berinteraksi sehari-hari antara orang tua dan anak ternyata memiliki dampak besar bagi perkembangan kognitif. Aktivitas rutin yang tidak memerlukan biaya tambahan ini berkaitan erat dengan stimulasi bahasa di lingkungan rumah.
Sebuah penelitian besar dari University of York menemukan adanya hubungan positif antara intensitas percakapan yang didengar anak dari orang dewasa dengan kemampuan berpikir mereka di masa depan, seperti dilansir dari HaiBunda.
Studi yang bertajuk A Naturalistic Home Observational Approach to Children’s Language, Cognition, and Behavior tersebut mengamati 107 anak usia 2 hingga 4 tahun di lingkungan rumah mereka. Para peneliti menggunakan alat perekam audio kecil yang disematkan pada pakaian anak selama tiga hari untuk merekam interaksi nyata secara akurat.
Selain merekam audio, tim peneliti meminta orang tua mendampingi anak dalam aktivitas seperti menggambar, menyalin bentuk, serta mencocokkan objek. Langkah ini bertujuan untuk mengukur kecakapan penalaran, numerasi, dan pemahaman bentuk pada anak.
Hasil pengamatan membuktikan bahwa anak-anak yang lebih sering mendengarkan percakapan orang dewasa menunjukkan kemampuan kognitif yang lebih baik. Banyaknya kosakata yang diserap dalam keseharian membuka peluang lebih besar bagi anak untuk mengembangkan kapasitas berpikir.
Katrina d'Apice selaku penulis utama menjelaskan bahwa paparan bahasa yang intens memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi anak. Namun, ia memberikan catatan bahwa studi lanjutan masih diperlukan untuk memahami korelasi tersebut secara mendalam.
Kualitas bahasa yang digunakan oleh orang dewasa juga memegang peranan krusial. Peneliti menemukan bahwa anak yang terbiasa mendengarkan variasi kosakata yang kaya dari orang dewasa di sekitarnya memiliki perbendaharaan kata yang lebih luas.
Aktivitas harian seperti mengobrol saat makan, bermain, berjalan-jalan, atau menjelang tidur menjadi bentuk stimulasi penting bagi perkembangan otak. Penulis senior penelitian, Profesor Sophie von Stumm, menyebutkan bahwa pengalaman anak di rumah bersifat dinamis dan bervariasi setiap harinya.
Meskipun tidak seketika mencetak anak menjadi jenius, kebiasaan berkomunikasi secara konsisten terbukti efektif menaikkan kemampuan bahasa dan mendukung fungsi kognitif. Konsistensi serta keterlibatan aktif orang tua menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak.