Jadwal Kalender Ekonomi Global Pekan Ini Hadapi Serangkaian Agenda Penting

Share

Pasar global akan dihadapkan pada serangkaian agenda penting sepanjang pekan ini yang berpotensi memengaruhi sentimen investor. Dilansir dari Bloomberg Technoz, rangkaian agenda tersebut mulai dari keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB), data inflasi Amerika Serikat (AS) bulan Mei, IPO SpaceX, pembukaan Piala Dunia FIFA 2026, hingga kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Korea Utara.

Perhatian investor di Asia juga akan tertuju pada sejumlah data ekonomi utama dari China, Jepang, India, dan Korea Selatan. Data dari negara-negara tersebut diharapkan memberikan gambaran terbaru mengenai kekuatan pemulihan ekonomi di kawasan Asia.

China dijadwalkan merilis data kredit, perdagangan, dan inflasi yang menjadi indikator penting kesehatan ekonomi domestik mereka. Pertumbuhan kredit pada Mei diperkirakan meningkat dibandingkan April setelah perlambatan musiman, meski masih lebih rendah dibandingkan periode tahun lalu akibat lemahnya permintaan sektor swasta.

Ekspor dan impor Negeri Tirai Bambu tersebut diperkirakan tetap tumbuh kuat berkat tingginya permintaan perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (AI). Kenaikan harga energi dan booming AI juga diproyeksikan mendorong inflasi produsen (PPI), meski inflasi konsumen (CPI) kemungkinan sedikit melambat setelah musim liburan berakhir.

Revisi data produk domestik bruto (PDB) kuartal I di Jepang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dari estimasi awal karena melemahnya investasi perusahaan. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi dirasa masih cukup kuat untuk membuka jalan bagi Bank of Japan (BOJ) dalam menaikkan suku bunga pada bulan ini.

Inflasi India diperkirakan naik menjadi 3,9% pada Mei dari sebelumnya 3,5% pada April yang didorong oleh kenaikan harga pangan dan energi. Sementara itu, tingkat pengangguran di Korea Selatan diperkirakan bertahan di level 2,8% yang mencerminkan pasar tenaga kerja tetap resilien di tengah ketidakpastian global.

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati data cadangan devisa Indonesia. Cadangan devisa Indonesia berada di level US$146,2 miliar pada akhir April 2026 setelah mengalami penurunan selama empat bulan berturut-turut.

Penyusutan cadangan devisa sepanjang kuartal I-2026 telah mencapai US$8,2 miliar. Jika ditambah dengan periode April, total penurunan cadangan devisa tersebut menyentuh angka US$10,27 miliar.

Meskipun mengalami penurunan, angka cadangan devisa tersebut masih setara dengan 5,8 bulan impor. Jumlah ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional sebesar tiga bulan impor.

Berikut adalah rincian agenda sepekan yang akan menjadi perhatian utama para pelaku pasar modal dan investor global.

Senin, 8 Juni 2026

Indonesia akan merilis data cadangan devisa bersamaan dengan rilis data inflasi di Chile dan pesanan pabrik di Jerman. Jepang juga dijadwalkan mengumumkan data PDB, transaksi berjalan, serta neraca perdagangan mereka.

Presiden China Xi Jinping memulai kunjungan langka ke Korea Utara atas undangan pemimpin Kim Jong Un yang menjadi kunjungan pertamanya sejak 2019. Selain itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dijadwalkan berkunjung ke Jepang hingga tanggal 10 Juni.

Selasa, 9 Juni 2026

Sejumlah data ekonomi yang rilis antara lain kepercayaan konsumen Australia, neraca perdagangan China dan Taiwan, serta PDB Korea Selatan, Arab Saudi, dan Afrika Selatan. Di Eropa dan Amerika, Jerman merilis produksi industri, sedangkan AS mengumumkan persediaan grosir, perdagangan, dan penjualan rumah.

Agenda penting lainnya meliputi Paris Finance Forum, Forum kebijakan global World Bank di Bangkok, serta pertemuan Presiden ECB Christine Lagarde dengan Komisaris Uni Eropa. NASA juga akan mengumumkan astronaut terpilih untuk misi Artemis III, bersamaan dengan Berlin Aviation Summit dan Forum Bloomberg Intelligence Generative AI di New York.

Rabu, 10 Juni 2026

Indonesia dijadwalkan merilis indeks keyakinan konsumen. Sementara itu, AS akan mengumumkan data inflasi, aplikasi kredit perumahan, serta neraca anggaran federal, disusul oleh pengumuman keputusan suku bunga Bank Kanada.

China, Denmark, dan Rusia juga akan merilis data inflasi masing-masing pada hari yang sama. Di Frankfurt, rapat dua hari Dewan Gubernur ECB resmi dimulai, sementara pertemuan investor global bertajuk Bloomberg Invest dilangsungkan di Hong Kong.

Kamis, 11 Juni 2026

Korea Selatan mengumumkan tingkat pengangguran, sedangkan AS merilis inflasi produsen dan klaim pengangguran awal. Di sisi lain, Argentina akan merilis data inflasi, dan keputusan suku bunga akan diumumkan oleh ECB, Peru, serta Turki.

Menteri keuangan zona euro dijadwalkan bertemu di Luksemburg bersamaan dengan penerbitan laporan bulanan pasar minyak OPEC. Pada hari ini, 2026 FIFA World Cup resmi dibuka di Meksiko dengan pertandingan antara tim tuan rumah melawan Afrika Selatan.

Jumat, 12 Juni 2026

Indonesia akan mengumumkan data penjualan kendaraan, sementara data inflasi akan dirilis oleh Brasil, Prancis, Jerman, India, dan Spanyol. Inggris juga dijadwalkan mengumumkan data PDB bulanan mereka.

SpaceX diperkirakan akan melantai di bursa Nasdaq melalui IPO yang berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah dengan target dana hingga US$75 miliar. Agenda pekan ini ditutup dengan pertemuan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, pertemuan menteri keuangan Uni Eropa, serta Bloomberg Energy Security Executive Briefing di Houston.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author