CEO HSBC Georges Elhedery Ungkap Dampak AI Terhadap Lapangan Kerja

Share

CEO HSBC Georges Elhedery menyatakan bahwa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan menciptakan sekaligus mengeliminasi sejumlah posisi pekerjaan di industri jasa keuangan. Dampak adopsi teknologi tersebut disampaikan dalam acara investor HSBC di Hong Kong pada Kamis (21/5/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Langkah perbankan global dalam mempercepat integrasi AI didorong oleh upaya peningkatan efisiensi operasional serta pertumbuhan laba. Di tengah tren restrukturisasi tersebut, HSBC memilih fokus pada program pelatihan ulang agar para karyawan mampu beradaptasi dengan perubahan sistem kerja.

"Kita semua tahu AI generatif akan menghancurkan pekerjaan tertentu dan menciptakan pekerjaan baru," ujar Elhedery, dalam laporan South China Morning Post.

Pihak manajemen menekankan pentingnya keterlibatan pekerja agar proses transisi teknologi ini berjalan optimal secara internal perusahaan. Karyawan diharapkan dapat bertransformasi bersama demi menghindari resistensi terhadap pembaruan sistem operasional bank.

Menjaga keterlibatan karyawan artinya mereka harus "ikut serta dalam perjalanan ini bersama kami, bukan melawan kami, bukan merasa terpinggirkan, bukan cemas, kerepotan, dan menolak perubahan," seperti dilaporkan juga Bloomberg News.

Strategi adopsi AI oleh HSBC ini dipublikasikan tepat sehari setelah kompetitornya, Standard Chartered, mengumumkan rencana serupa. Standard Chartered memproyeksikan otomatisasi kerja akan menggantikan 15% staf back office pada tahun 2030, yang menurut analisis setara dengan kehilangan sekitar 7.000 pekerjaan.

"Misi pertama kami adalah memastikan karyawan mendapatkan kemampuan pelatihan dan tool produktivitas agar mereka siap menghadapi masa depan, menjadi versi yang lebih baik, lebih produktif, dan berkinerja lebih tinggi," katanya.

Guna mendukung transformasi digital ini, HSBC kini sedang menyederhanakan lebih dari 50 alur kerja operasional. Perusahaan bahkan telah mengangkat seorang Chief AI Officer khusus untuk meninjau kecocokan teknologi dengan bantuan mitra eksternal.

"Misi kedua kami adalah menyederhanakan dan meningkatkan skala cara kami beroperasi," tambah Elhedery.

Implementasi AI ini juga diklaim mampu memotong durasi proses pemeriksaan latar belakang nasabah baru hingga separuhnya. Di sisi lain, fenomena otomatisasi ini memicu pandangan yang lebih radikal dari COO Goldman Sachs Group Inc., John Waldron, mengenai ancaman pengurangan ribuan tenaga kerja manusia di era modern.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author