Ilmuwan Siapkan Eksperimen Relativitas Einstein Saat Gerhana Matahari Total

Share

Para peneliti bersiap memanfaatkan fenomena gerhana matahari total pada Rabu, 12 Agustus 2026 untuk merekonstruksi eksperimen klasik Albert Einstein tahun 1919 demi memverifikasi teori relativitas umum. Pengujian dilakukan melalui pengukuran pembelokan cahaya bintang di dekat medan gravitasi Matahari menggunakan balon khusus yang diterbangkan ke ketinggian.

Data Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) serta Badan Antariksa Eropa (ESA) menunjukkan bahwa peristiwa alam ini menghasilkan bayangan sepanjang 8.300 kilometer. Lintasan totalitasnya akan berawal dari Samudra Arktik dekat Kutub Utara, melewati Greenland dan Islandia, hingga menyapu Portugal timur laut dan Spanyol utara.

Durasi fase total dilaporkan bervariasi di setiap lokasi, dengan waktu mencapai lebih dari dua menit di Greenland dan hanya sekitar 20 detik di Spanyol utara. Pergeseran ini bakal menurunkan suhu lingkungan secara cepat serta memunculkan planet dan korona matahari yang biasanya tersembunyi dari pandangan.

Kepala Petugas Ilmiah ESA, Carole Mundell, menyampaikan pandangannya mengenai dampak besar dari fenomena alam ini bagi masyarakat global.

"Itu adalah momen yang menghubungkan kita dengan alam semesta dan reminding kita bahwa keinginan untuk menjelajahi dan memahami dunia di sekitar kita selalu menjadi salah satu kekuatan pendorong terbesar umat manusia," kata Carole Mundell, Kepala Petugas Ilmiah ESA.

Masyarakat di luar jalur tersebut seperti wilayah Eropa lainnya, Afrika, dan Amerika Utara hanya bisa mengamati gerhana matahari sebagian. Karena pengamat di Vietnam dan daerah lain tidak dapat melihatnya langsung, ESA berencana menyiarkan seluruh peristiwa secara daring dari Observatorium Astrofisika Javalambre di Teruel, Spanyol.

Kondisi cuaca seperti awan tebal atau hujan dinilai para ahli dapat mempersulit pengamatan langsung di lokasi peninjauan. Selain itu, para pengamat diingatkan untuk menggunakan kacamata khusus berstandar internasional karena kacamata hitam biasa, teropong, atau teleskop tanpa filter pelindung dapat mengakibatkan kerusakan mata permanen.

Menurut laporan NASA, fase pada bulan Agustus ini juga menjadi persiapan sebelum terjadinya gerhana matahari total berikutnya. Fenomena serupa dijadwalkan akan kembali terjadi pada 2 Agustus 2027 dengan jalur melintasi Spanyol selatan, Afrika Utara, Arab Saudi, dan Yaman.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author