Kemenkes Terapkan Nutri Level pada Minuman Gerai Kopi
Label "No Sugar" pada produk minuman di gerai kopi tidak menjamin produk tersebut masuk dalam kategori sehat. Berdasarkan penerapan sistem Nutri Level, beberapa produk tanpa gula di gerai kopi modern justru masuk dalam klasifikasi grade C hingga D.
Sistem Nutri Level ini diluncurkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dalam menentukan produk pangan yang lebih aman untuk dikonsumsi. Indikator ini menggunakan pemeringkatan dari huruf A hingga D guna mendeteksi kadar gula, garam, dan lemak (GGL).
Langkah standardisasi untuk produk siap saji ini digodok oleh Kementerian Kesehatan dan penerapannya sudah dimulai pada sejumlah kedai kopi komersial, seperti dilansir dari Detik Health. Di sisi lain, regulasi untuk produk makanan dan minuman kemasan industri massal sedang dimatangkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar bisa segera diimplementasikan.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar memaparkan bahwa penilaian kesehatan sebuah produk pangan tidak hanya bertumpu pada komoditas gula semata. Unsur lain seperti konsentrasi garam murni dan kadar lemak jenuh turut menjadi indikator krusial dalam algoritma penilaian Nutri Level.
Kombinasi parameter inilah yang menyebabkan produk minuman dengan klaim bebas gula belum tentu otomatis mengantongi predikat peringkat A atau B yang dikategorikan lebih aman bagi tubuh.
Taruna Ikrar mengonfirmasi bahwa proses penyelarasan regulasi bersama pelaku industri dan para pemangku kepentingan saat ini sudah berjalan. Pemerintah menargetkan peresmian kebijakan label Nutri Level untuk komoditas pangan olahan kemasan dapat terlaksana pada tahun ini.
Skema penandaan ini diproyeksikan menjadi solusi praktis yang mempermudah konsumen dalam memilah asupan pangan harian secara mandiri.
"Kita harus bicara yang diatur ABCD oleh kami itu bukan hanya gula. Tapi kita atur juga yang berhubungan dengan garam, kita atur juga dengan lemak. Jadi kalau dikatakan tadi, 'no sugar' apakah lebih sehat dan sebagainya, tentu kita bisa lihat kandungan lainnya," ungkap Taruna.