Militer Israel Selidiki Pembunuhan Bayi di Tepi Barat
Penyelidikan atas pembunuhan seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan bernama Sam Fahd Abou Haikal akibat tembakan tentara resmi dibuka oleh militer Israel di Tepi Barat. Dilansir dari Detikcom berdasarkan laporan AFP pada Senin (8/6/2026), insiden maut tersebut terjadi di kota Hebron.
Peristiwa tragis pada Jumat itu mengakibatkan sang bayi meninggal dunia, sementara kedua orang tuanya mengalami luka-luka ringan. Penembakan dilepaskan oleh pasukan Israel ke arah mobil yang tengah dikendarai oleh keluarga tersebut.
Pihak militer sempat berdalih bahwa tembakan dilepaskan karena ada kendaraan yang melaju ke arah tentara. Kendati demikian, hasil pemeriksaan awal justru membuktikan bahwa ketiga warga Palestina di dalam mobil merupakan warga sipil yang sama sekali tidak terlibat aksi kekerasan.
Keputusan untuk melakukan pengusutan lebih lanjut kemudian diumumkan oleh militer Israel pada hari Minggu kemarin.
"Berdasarkan temuan pemeriksaan pendahuluan, diputuskan untuk membuka penyelidikan oleh Divisi Investigasi Kriminal Kepolisian Militer," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.
Proses hukum ini nantinya akan dilanjutkan ke otoritas peradilan yang lebih tinggi setelah seluruh bukti terkumpul.
"Setelah selesai, temuan tersebut akan diserahkan ke Kantor Jaksa Agung Militer".
Kekerasan di Tepi Barat terus meningkat dan mengguncang wilayah yang diduduki sejak 1967 tersebut, terutama setelah perang di Gaza pecah pada Oktober 2023 akibat serangan Hamas. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina yang dihimpun AFP, tentara atau pemukim Israel telah membunuh sedikitnya 1.080 warga Palestina termasuk militan dan sipil.
Di sisi lain, data resmi pemerintah Israel mencatat setidaknya ada 46 warga Israel, baik warga sipil maupun tentara, yang tewas akibat serangan Palestina atau selama operasi militer dalam periode yang sama.